LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Program yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi itu ditargetkan digelar di 35 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan sepanjang tahun ini.
Pelaksanaan GPM berlangsung di kawasan Cipelang Herang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Selasa (11/8). Kegiatan tersebut dipantau langsung Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.
Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengatakan GPM merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi.
Menurutnya, pelaksanaan GPM kali ini menggunakan anggaran yang bersumber dari hadiah penghargaan yang diterima Pemkot Sukabumi setelah meraih peringkat terbaik kedua dalam pengendalian inflasi tingkat Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri.
“GPM kami dorong untuk terus berlanjut karena manfaatnya tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar,” kata Ayep.
Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pelaksanaan GPM juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Ayep, keterlibatan UMKM dapat membuka peluang pemasaran produk sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.
“GPM bukan hanya instrumen untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan sehingga perputaran ekonomi di sekitar lokasi dapat semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi, Ade Darmawan, mengatakan pihaknya menargetkan GPM dapat dilaksanakan di 35 lokasi di berbagai wilayah Kota Sukabumi.
Frekuensi pelaksanaan juga akan ditingkatkan. DKP3 menargetkan kegiatan tersebut dapat berlangsung sekitar empat hingga delapan kali setiap bulan.
“Frekuensi pelaksanaan akan kami tingkatkan agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Sukabumi memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Ade.
Ade menyebutkan, komoditas yang tersedia dalam kegiatan GPM antara lain beras, minyak goreng, dan daging ayam. Harga sejumlah komoditas tersebut ditawarkan di bawah harga pasar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, perluasan lokasi dan peningkatan frekuensi GPM diharapkan turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Sukabumi.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM menjadi salah satu nilai tambah dalam pelaksanaan program. Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan.
“GPM kami harapkan tidak berhenti sebagai program pengendalian inflasi, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan baik oleh konsumen maupun pelaku usaha,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









