LITERASI MEDIA – Pagi itu, Senin (19/1), langkah rombongan dari Kota Sukabumi memasuki kawasan Universitas Indonesia (UI) di Jalan Margonda Raya, Depok.
Dipimpin Direktur Utama RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, kunjungan tersebut membawa misi penting, menindaklanjuti komitmen kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Universitas Indonesia.
Di Gedung Rektorat UI, rombongan disambut hangat jajaran pimpinan universitas serta Wakil Wali Kota Depok. Suasana pertemuan berlangsung akrab namun sarat pembahasan strategis, menjadi kelanjutan dari pertemuan sebelumnya antara Rektor UI dan Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar pada 2 Januari 2026 lalu.
Yanyan Rusyandi menyebutkan, kehadirannya di UI merupakan amanah langsung dari Wali Kota Sukabumi. Ia ditugaskan untuk memastikan hasil pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas wacana, melainkan segera diterjemahkan ke dalam langkah nyata.
“Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan Pak Wali Kota dengan Rektor UI. Kami ingin memastikan kerja sama ini berjalan dan memberi manfaat konkret bagi pelayanan kesehatan di Sukabumi,” ujar Yanyan.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu membahas persiapan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Sukabumi dan Universitas Indonesia.
Rencananya, MoU tersebut akan diteken pada 2 Februari 2026, bersamaan dengan kerja sama serupa antara UI dan Pemerintah Kota Depok.
Kesepakatan ini akan menjadi payung besar kolaborasi yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dari MoU tersebut, akan diturunkan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis, salah satunya antara RSUD R Syamsudin SH dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).
Melalui PKS tersebut, kedua rumah sakit akan bersinergi dalam pengembangan layanan kesehatan, mulai dari penguatan sistem rujukan, peningkatan mutu pelayanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Tak hanya itu, kerja sama juga akan diperluas dengan fakultas-fakultas rumpun kesehatan di Universitas Indonesia, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Ilmu Keperawatan.
Yanyan menilai, kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi RSUD R Syamsudin SH dalam meningkatkan kualitas tenaga medis. Dokter-dokter dari Sukabumi yang akan menempuh pendidikan spesialis maupun subspesialis nantinya akan mendapatkan prioritas karena telah terikat dalam kerja sama institusional.
“Selain peningkatan SDM, jika rumah sakit membutuhkan dokter spesialis atau subspesialis, kami bisa berkoordinasi langsung dengan fakultas. UI dapat membantu penugasan atau merekomendasikan tenaga medis yang bisa direkrut,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kunjungan seremonial, langkah RSUD R Syamsudin SH ke Universitas Indonesia ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan layanan kesehatan di Kota Sukabumi.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi ternama diyakini akan menghadirkan layanan yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Kio).









