Ramai di Media Sosial, Ini Penjelasan DPUTR Kota Sukabumi soal Retakan Jalan Prana

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto. Foto: Boy

Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto. Foto: Boy

LITERASI MEDIA – Munculnya retakan pada permukaan beton Jalan Prana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, yang sempat ramai di media sosial mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi.

DPUTR menjelaskan kondisi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan. Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan pekerjaan rekonstruksi Jalan Prana hingga saat ini belum dinyatakan selesai 100 persen.

Menurutnya, meski jalur telah difungsikan secara terbatas untuk lalu lintas, proyek masih berada dalam tahap penyelesaian dan pengawasan mutu oleh penyedia jasa.

“Berdasarkan kajian analisis material, retak permukaan ini dipicu oleh laju penguapan air semen yang terlalu cepat saat proses hidrasi awal sebelum beton mencapai kuat tekan optimum. Faktor mikroklimat di lokasi serta dibukanya akses lalu lintas lebih awal memicu timbulnya retak susut tersebut pada lapisan terluar,” ujar Sony, belum lama ini.

Berdasarkan asesmen tim teknis DPUTR, retakan ditemukan pada satu subsegmen di titik STA 125. Kondisi tersebut dikategorikan sebagai plastic shrinkage cracks atau retak susut plastis.

Sony mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, retakan tersebut tidak mengganggu kapasitas dukung maupun integritas inti beton secara keseluruhan.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan, RSUD R Syamsudin SH Hadirkan Inovasi Lasmini dan Parahu Hade

Meski demikian, DPUTR tetap meminta penyedia jasa melakukan perbaikan sebagai bagian dari pengendalian mutu pekerjaan.

Kontraktor, kata Sony, telah menyepakati pembongkaran pada segmen terdampak sepanjang kurang lebih satu meter. Setelah itu, bagian tersebut akan dibongkar secara parsial dan dilakukan pengecoran ulang menggunakan material beton dengan mutu yang sesuai dokumen kontrak.

“Meskipun tidak merusak struktur inti, kami tidak mentolerir adanya deviasi mutu. Segmen terdampak kami minta bongkar dan cor ulang demi menjamin umur rencana jalan tersebut,” tegasnya.

Selain menangani retakan di STA 125, sejumlah pekerjaan minor juga masih berlangsung. Di antaranya penyempurnaan oprit atau transisi pada empat titik serta perapihan pekerjaan pendukung seperti bahu jalan dan drainase.

Bukan Peresmian

Sony juga meluruskan informasi terkait peninjauan Wali Kota Sukabumi sebelumnya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan peresmian atau serah terima proyek, melainkan fungsionalisasi akses lalu lintas secara sementara.

“Kegiatan Pak Wali Kota kemarin murni fungsionalisasi akses lalu lintas untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga yang tinggi, bukan peresmian (PHT/FHO). Pekerjaan konstruksi di lapangan masih sepenuhnya on progress dan dalam pengawasan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan retakan pada perkerasan beton tidak selalu harus dilakukan dengan membongkar seluruh konstruksi. Berdasarkan spesifikasi teknis yang berlaku, metode perbaikan dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan, kedalaman, serta pola retakan.

Baca Juga :  Sinergi Kearsipan Kota Sukabumi dan ANRI, Ayep Zaki: Arsip Sebagai Tonggak Sejarah dan Masa Depan

Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain dowel retrofit untuk retakan dangkal tanpa pergeseran elevasi, partial depth repair untuk kerusakan pada bagian permukaan, hingga full depth repair apabila retakan telah mencapai bagian yang lebih dalam dan berpotensi memengaruhi struktur pelat beton.

Namun, untuk kasus Jalan Prana, DPUTR memilih langkah dengan pembongkaran dan pengecoran ulang pada segmen yang mengalami retakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bagian jalan yang terdampak kembali memenuhi standar mutu dan ketentuan teknis yang ditetapkan.

Sony juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi. Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pembangunan menggunakan anggaran daerah sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang aktif mengawal kualitas infrastruktur. Komitmen Pemerintah Kota Sukabumi sangat jelas: setiap rupiah anggaran publik harus berwujud fisik jalan yang presisi secara teknis, bermutu tinggi, aman, dan tahan lama,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru