Simak, Wali Kota Sukabumi Beberkan Soal Program Wakaf

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat memimpin apel pagi belum lama ini.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat memimpin apel pagi belum lama ini.

LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyikapi aksi unjuk rasa (unras) yang dilakukan mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Balai Kota, pada Senin (14/4).

Dalam aksi itu, mahasiswa mempertanyakan soal program wakaf uang, kerjasama antara Pemkot Sukabumi dengan lembaga wakaf doa bangsa.

Ayep Zaki menjelaskan, wakaf yang dikelola oleh Lembaga Wakaf Doa Bangsa atau Nadzir wakaf (orang atau badan hukum yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf), sudah sesuai undang-undang. Bahkan wakaf ini difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2002.

“Jadi sudah jelas ada aturannya, undang undangnya, kalau pun ada penyimpangan satu rupiah saja bisa terkena unsur pidana. Kemudian nadzir wakaf berlaku bagi siapun yang mau menjadi nadzir,” ujar Ayep Zaki, pada Senin (14/4).

Hanya saja yang memiliki izin operasional dan sudah terbukti menjadi nadzir ini kebetulan lembaga wakaf doa bangsa. Ayep Zaki juga menegaskan siapun boleh menjadi nadzir wakaf.

“Kemudian untuk meliterasi atau mensosialisasi wakaf di Sukabumi, nanti akan ada petugas khusus dari direktur wakaf beserta jajarannya. Mulai dari minggu ini kita juga akan undang supaya dipahami. Jangan sampai teriak wakaf tapi tidak paham karena aturan aturannya sudah jelas,” papar Ayep Zaki.

Baca Juga :  Lurah Gunungpuyuh: Program Kayu Canting Diharapkan Wujudkan Zero Stunting

Tak hanya itu, untuk memberikan wakaf juga tidak ada paksaan kepada sipapun dan itu sifatnya sukarela. “Jumlahnya juga tidak ditentukan berapa saja bebas untuk wakaf, bagi yang ikhlas, kalau tidak jangan. Intinya tidak ada paksaan,” tegas Ayep Zaki.

Ayep membeberkan kembali, bahwa wakaf ini yang menggulirkan fatwa MUI tahun 2002 dimana di dalamnya ada seluruh ormas. Termasuk ormas islam Muhammadiyah, NU, PUI dan lain-lain.

“Semua ormas ada di MUI dikala memfatwakan, bahwa wakaf uang ini harus menjadi undang undang tahun 2002. Atas fatwa MUI inilah lahir Undang-undang, sehingga sebenernya Muhammadiyah ini sangat paham sekali tentang lahirnya undang-undang wakaf, karena Muhammadiyah yang mendorong lahirnya undang-undang bersama NU dan yang ada di MUI,” paparnya.

Di sisi lain, sambung Ayep Zaki semua akan dilaporkan juga kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI), sehingga BWI akan mengarahkan.

“Sebelum adanya perjanjian kerja sama kita juga konsultasi dengan BWI, tidak serta merta, tapi atas dasar petunjuk BWI, sehingga Pemkot Sukabumi membuat kerjasama atau MOU (dengan lembaga wakaf doa bangsa),” ungkapnya.

Baca Juga :  Minimalisir Keracunan MBG, Prabowo Minta BGN Evaluasi, Ini yang Ditekankan!

Artinya tidak ada paksaan apapun, karena seperti sudah disampaikan sebelumnya, bahwa wakaf ini manfaatnya sangat besar untuk kepentingan umat dan tentu segera disosialisasikan.

“Prinsipnya Wali Kota ketika ada Undang-undang maupun Perda akan kita jalankan. Pun sebaliknya kalau tidak ada dasar kita tidak akan jalankan,” imbuhnya.

Ayep Zaki juga meyakini akuntabilitas lembaga wakaf ini sudah terbukti dan bisa dilihat melalui websitenya. Semua sudah disampaikan disana, bahkan sudah berjalan lebih dari satu tahun lebih serta transparan.

“Nadzir wakaf doa bangsa ini salah satu nadzir terbaik, karena transparansi dan akuntabilitas, tidak sembunyi-sembunyi, nanti dijelaskan direktur wakafnya dan tim,” ucapnya.

Pihaknya juga menyatakan, siapun boleh menjadi nadzir, malah menjadi bagus manakala ada yang ingin menjadi nadzir, sehingga bisa bersama sama.

“Misalkan ada yang lain bagus, malah kita siap membina manakala ingin menjadi nadzir, kita tidak akan memonopoli bebas dan transparan,” pungkasnya. (kio).

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal
Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi
Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026
Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM
DPRD Kabupaten Sukabumi Terima Aspirasi HMI, Budi Azhar: Semua Masukan Akan Dikawal Sesuai Kewenangan
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:20 WIB

Iyus Yusuf: Digitalisasi Pemerintah Harus Permudah Layanan, Bukan Sekadar Tambah Aplikasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:00 WIB

Bidik Investor Nasional, Kota Sukabumi Matangkan Strategi Menuju WJIC 2026

Berita Terbaru