Soal Gerbong Kereta Khusus Merokok tak Sesuai Program Presiden, Ini Kata Gibran

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Istimewa.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi usulan gerbong khusus untuk merokok di rangkaian kereta api yang disampaikan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan kepada PT KAI, Rabu (20/8) lalu.

Gibran mengatakan usulan tersebut tidak sesuai dengan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.

“Jadi ya sekali lagi untuk Bapak Ibu anggota DPR yang terhormat, saya mohon maaf ini masukannya kurang sinkron dengan program dari Bapak Presiden,” kata Gibran usai meninjau Stasiun Balapan Solo, Minggu (24/8).

Ia menjelaskan Pemerintahan Prabowo-Gibran sedang serius menggarap peningkatan kesehatan masyarakat lewat berbagai program. Selain cek kesehatan gratis dan pemberantasan stunting, Pemerintah juga menetapkan regulasi untuk menekan jumlah perokok.

“Sudah ada SE (Surat Edaran), sudah ada undang-undangnya, sudah ada PP-nya (Peraturan Pemerintah) yang menyatakan bahwa yang namanya transportasi umum itu adalah kawasan bebas rokok,” kata Gibran.

Meski demikian, Gibran memastikan Pemerintah akan menampung usulan gerbong khusus merokok tersebut. Hanya saja, saat ini hal itu belum menjadi prioritas Pemerintah.

Baca Juga :  Badan Gizi Nasional akan Berikan Insentif Rp6 Juta per Hari, bagi Dapur MBG yang Sesuai Standar

Gibran juga menyinggung tidak semua usulan bisa direalisasikan PT KAI mengingat keterbatasan ruang fiskal perusahaan.

Menurut Gibran, masih banyak hal lain yang bisa digarap PT KAI untuk meningkatkan kepuasan penumpang selain pengadaan gerbong khusus merokok.

Ia mengusulkan PT KAI memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, kaum difabel ketimbang perokok.

“Jadi misalnya ada ruang laktasi di gerbongnya mungkin toiletnya, kamar mandinya bisa dilebarkan sehingga ibu-ibu bisa mengganti popok bayi dengan lebih nyaman. Saya kira itu lebih prioritas,” kata dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan mengusulkan gerbong khusus area merokok di rangkaian kereta api.

Hal itu disampaikannya dalam rapat Komisi VI DPR bersama PT KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/8).

Dalam rapat bersama PT KAI Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/8), Nasim mengusulkan diadakannya ada satu gerbong khusus yang diperuntukkan sebagai kafe sekaligus area merokok.

“Ada lah sisakan satu gerbong untuk cafe ya kan, untuk ngopi, paling tidak di situ untuk smoking area pak,” kata Nasim Khan dalam rapat itu.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 21 Oktober, Waspada Siang Hari Berpotensi Hujan

Berselang beberapa hari Nasim mengklarifikasi usul tersebut. Dia beralasan usul yang disampaikan dalam rapat bersama PT KAI beberapa waktu lalu itu sekadar meneruskan aspirasi masyarakat.

“Sebagai anggota DPR, tugas saya adalah menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Usulan terkait adanya ruang atau gerbong khusus merokok di kereta muncul dari keluhan penumpang perokok yang merasa tidak terakomodasi,” ujar Nasim dalam keterangannya, Sabtu (23/8).

Nasim menyebut usulan itu tidak sama sekali membela rokok, melainkan untuk mencari titik temu agar hak dan kenyamanan semua penumpang tetap terjaga.

Ia pun membandingkan fasilitas publik lainnya yang masih menyediakan smoking area yang layak dengan sistem ventilasi modern manusiawi, sehingga penumpang perokok maupun non-perokok bisa tetap nyaman.

“Faktanya, di lapangan, masih ada yang merokok sembunyi-sembunyi di toilet atau sambungan gerbong, keluar stasiun, area publik dan itu lebih berbahaya. Dengan adanya ruang khusus, justru bisa lebih aman dan tertib,” ucap dia. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!
Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 15 Mei 2026: Sukabumi Potensi Hujan Siang Hari
Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Soroti Permainan Harga di Lapangan
Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
Jika Bisa Bangun Jalan Pakai APBD Rp6 Triliun, Wagub Kalbar Bakal Cium Lutut KDM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:29 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:16 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:58 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, 15 Mei 2026: Sukabumi Potensi Hujan Siang Hari

Selasa, 21 April 2026 - 13:31 WIB

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Soroti Permainan Harga di Lapangan

Berita Terbaru