Survei Litbang Kompas Sebut Pengangguran & Kemiskinan Jadi Kelemahan KDM

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Istimewa.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Istimewa.

LITERASI MEDIA – Hasil survei Litbang Kompas pada (1-5/7) menunjukkan mayoritas warga Jawa Barat menilai penyediaan lapangan pekerjaan di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa disebut KDM masih buruk.

Dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan sebanyak 57,6 persen responden menilai buruk, 7,3 persen menilai sangat buruk, sedangkan 33,4 persen responden menyatakan baik hingga sangat baik.

Sejalan dengan temuan tersebut, survei yang melibatkan 400 responden itu menunjukkan sebanyak 67,2 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah dalam mengurangi pengangguran.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari

Lalu, 60,4 persen tidak puas dengan upaya mengatasi kemiskinan, dan 48,8 persen tidak puas terhadap kinerja pemberian bantuan langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Pada saat yang sama, mayoritas responden juga menyatakan bahwa persoalan paling mendesak yang harus diselesaikan KDM adalah minimnya lapangan pekerjaan di angka 44,8 persen.

Lalu, disusul persoalan infrastruktur jalan (30,8 persen) dan masalah ekonomi dan harga bahan pokok di angka 27,9 persen.

Meski begitu, secara umum hasil survei ini menunjukkan tingkat kepuasan tinggi atas kinerja KDM.

Pada dimensi kepuasan terhadap kinerja, mayoritas responden puas dan sangat puas pada kinerja Dedi Mulyadi dengan hampir setengah yakni 47,9 persen memilih kategori sangat puas dan 49,3 menyatakan puas.

Baca Juga :  Hattrick Juara! Persib Resmi Jadi Raja Liga Indonesia Sepanjang Masa

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 83,4 persen responden puas hingga sangat puas terhadap penyediaan air bersih.

Dalam aspek menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, survei juga mencatat sebanyak 78,9 persen responden menyatakan puas.

Sementara itu untuk pelayanan kesehatan masyarakat juga mendapatkan penilaian positif dari 77,3 persen responden, dan 73,6 persen menilai biaya pelayanan publik masih terjangkau.

Sumber Berita: CNN Indonesia

Berita Terkait

Dari Istana Presiden untuk Sukabumi, Refleksi Diren Pandimas tentang Semangat Generasi Muda
Jadi Anggota Paskibraka Upacara Istana Dapat Honor dan Bonus? Ini Besarannya
Siap-siap! Pemerintah Bakal Kejar Potensi Pajak dari Pemilik Rumah yang Disewakan
Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG
DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik
Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN
Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Dari Istana Presiden untuk Sukabumi, Refleksi Diren Pandimas tentang Semangat Generasi Muda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Jadi Anggota Paskibraka Upacara Istana Dapat Honor dan Bonus? Ini Besarannya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Siap-siap! Pemerintah Bakal Kejar Potensi Pajak dari Pemilik Rumah yang Disewakan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:28 WIB

DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik

Berita Terbaru