LITERASI MEDIA – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak diukur untuk memperkuat operasi pencarian korban banjir bandang dan longsor di Sumut, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, mengatakan tim K9 didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri. Anjing pelacak dengan kemampuan deteksi tinggi ini diharapkan mampu menjangkau area-area sulit yang tertutup lumpur tebal atau material yang disembunyikan.
“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujar Irjen Pol Whisnu, mengutip CNN Indonesia, pada Selasa (2/12).
Irjen Pol Whisnu memastikan seluruh handler dan K9 berada dalam kondisi siap operasional serta memperoleh dukungan peralatan yang memadai.
“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” katanya.
Tak hanya itu, seluruh bantuan untuk korban bencana alam telah dikirimkan ke gudang bantuan logistik di kawasan Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Gudang itu menjadi pusat distribusi bantuan terbesar yang menyuplai kebutuhan korban di wilayah Tapteng dan Sibolga.
“Bantuan tersebut berupa bahan makanan, selimut, perlengkapan bayi, air mineral, tenda darurat, hingga obat-obatan. Bantuan ini segera didistribusikan mengingat sejumlah lokasi terdampak masih terlindungi dan sulit dijangkau kendaraan roda empat,” paparnya.
Bantuan di gudang Bandara Silangit akan diberangkatkan secara bertahap menggunakan jalur udara dan darat yang kini sudah mulai terbuka. Kapolda memastikan koordinasi antara TNI-Polri, Pemda, BNPB, dan relawan berjalan terpadu, sehingga tidak ada titik pengungsian yang terabaikan.
“Proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, prioritas bagi warga yang paling membutuhkan, terutama keluarga yang kehilangan rumah dan harta benda,” tutupnya.
Sumber Berita: CNN Indonesia









