Di Tengah Bencana Dahsyat di Sumatera, Iman Adinugraha Ajak Bangsa Bergerak Bersama

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Iman Adinugraha.

Anggota DPR RI Iman Adinugraha.

LITERASI MEDIA – Deru banjir bandang, tanah longsor, hingga runtuhnya jembatan dan rumah warga menjadi pemandangan memilukan yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Selasa (25/11).

Suara tangis keluarga yang kehilangan anggota keluarganya bergema di sejumlah titik pengungsian, menjadi pengingat bahwa bencana datang tanpa memberi waktu bersiap.

Di tengah situasi kelam itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H Iman Adinugraha, menyampaikan duka cita yang mendalam. Baginya, apa yang terjadi di Sumatera bukan sekadar peristiwa lokal, melainkan luka besar bagi seluruh bangsa.

“Duka masyarakat Sumatera adalah duka Indonesia,” ujar Iman, pada Kamis (3/12), dengan nada prihatin.

Ia menilai skala bencana kali ini menunjukkan negara harus hadir secara cepat, terpadu, dan masif.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 Desember 2025 mencatat 770 orang meninggal dunia, ratusan lainnya masih hilang, dan ribuan warga terdampak langsung akibat rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi tersebut.

Angka itu, menurut Iman Adinugraha, memperlihatkan betapa besar dampak bencana yang menjadi salah satu yang paling memprihatinkan menjelang akhir 2025.

Baca Juga :  Kumitra Jadi Angin Segar Bagi Pelaku Usaha Kecil, Iman Adinugraha: KUR Harus Menyentuh Akar Ekonomi Rakyat

“Ini tragedi kemanusiaan yang tidak kecil. Ratusan saudara kita kehilangan nyawa, ratusan lainnya hilang. Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka mendalam,” ucapnya.

Namun bagi Iman Adinugraha, duka saja tidak cukup. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh situasi. Pemerintah, tegasnya, harus memperkuat proses evakuasi, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, dan menambah tenaga maupun logistik di lapangan.

“Saya meminta pemerintah pusat memperkuat status penanganan darurat. Ini bukan bencana biasa. Banyak wilayah lumpuh total. Negara harus hadir lebih kuat,” tegasnya.

Di balik tragedi tersebut, Iman Adinugraha melihat adanya sinyal penting yang tak boleh diabaikan, Indonesia membutuhkan sistem mitigasi bencana yang jauh lebih siap.

Ia menekankan perlunya perbaikan menyeluruh, mulai dari early warning system, kesiapsiagaan daerah, hingga infrastruktur penunjang yang lebih tangguh menghadapi bencana.

“Kita tidak bisa terus berada dalam pola reaktif. Bencana datang, baru sibuk. Banyak daerah yang respons teknis dan infrastrukturnya belum memadai, terutama di wilayah rawan,” jelasnya.

Baca Juga :  Laka Lantas di Sukabumi Sebabkan Seorang Pemotor Tewas, Polisi: Masih dalam Penyelidikan

Ia mencontohkan bagaimana akses jalan yang mudah terputus sering kali menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Iman mengajak masyarakat untuk turut membantu melalui jalur resmi agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Dalam pandangannya, gotong royong menjadi kekuatan yang tak pernah lekang saat bangsa ini menghadapi bencana besar.

“Saat ini saudara-saudara kita di Sumatera membutuhkan kita. Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk saling bantu, saling kuatkan,” paparnya.

Sebagai legislator, ia memastikan Fraksi Partai Demokrat di DPR akan mendorong peningkatan anggaran penanganan darurat, rekonstruksi, hingga mitigasi jangka panjang, agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar di masa mendatang.

Tragedi di ujung 2025 ini, kata Iman, harus menjadi pengingat bersama, bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan ujian kesiapan, solidaritas, dan kehadiran negara untuk rakyatnya. (Kio).

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru