TPT Kota Sukabumi Lampaui Rata-Rata Nasional, Bappeda Bentuk Tim Khusus

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bergerak cepat merespons tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

Sebagai langkah strategis, Pemkot Sukabumi membentuk Tim Penanganan TPT melalui Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka pengangguran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, TPT Kota Sukabumi pada 2025 sebesar 8,19 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat (6,77 persen) dan nasional (4,9 persen). Meski menurun dibanding tahun sebelumnya, kondisi tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

Baca Juga :  Ayep Zaki Tinjau Proyek Jalan Prana, Tekankan Kualitas Infrastruktur dan Ancam Blacklist Kontraktor Nakal

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, menjelaskan tim tersebut dibagi ke dalam enam kelompok kerja (pokja) dengan fokus berbeda.

“Pokja 1 menangani penempatan tenaga kerja dan akses pasar kerja, Pokja 2 fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan Pokja 3 mendorong pengembangan kewirausahaan serta UMKM,” ujarnya, Kamis (2/4).

Sementara itu, Pokja 4 hingga 6 masing-masing menggarap sektor investasi, perlindungan tenaga kerja, serta penguatan tata kelola data ketenagakerjaan. Rapat awal difokuskan pada penyusunan program kerja Pokja 1 yang menjadi garda terdepan dalam membuka peluang kerja.

Baca Juga :  Tekan Stunting, Bappeda Kota Sukabumi Salurkan Inovasi GENTING

“Pokja 1 berperan penting mulai dari mengidentifikasi potensi tenaga kerja, memperluas akses pasar kerja, hingga menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, tingginya TPT menunjukkan adanya ketimpangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan kualitas tenaga kerja, serta belum optimalnya daya serap sektor ekonomi.

“Kami berharap melalui pendekatan terstruktur dan kolaboratif, penanganan pengangguran di Kota Sukabumi dapat lebih terarah dan berbasis data sehingga mampu menurunkan angka TPT secara signifikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi
Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran
TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:12 WIB

400 Personel Gabungan Kawal Aksi Unjuk Rasa Aliansi Gema di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Ayep Zaki: Semangat Sumpah Pemuda Harus Bermuara pada Pemerataan Kemakmuran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Berita Terbaru