Gaza Kembali di Bombardir Israel, 9 Orang Tewas!

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza di Bombardir Israel. 
Foto: Istimewa

Gaza di Bombardir Israel. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA- Israel kembali bombardir Gaza menggunakan pesawatnya, di tengah kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Serangan dilancarkan usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melancarkan serangan dahsyat ke Gaza.

Menurut Perintah menyerang muncul usai Netanyahu Hamas melanggar gencatan senjata.

Setidaknya, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Sabra, dan sebuah area di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit operasional terbesar di Gaza utara.

Namun, Hamas menyebut korban tewas mencapai 9 orang.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di Gaza, tanpa mengungkap lokasi serangan itu. Ia bersumpah Hamas akan membayar mahal untuk peristiwa itu, juga untuk pelanggaran perjanjian pengembalian jenazah para sandera.

“Serangan Hamas hari ini terhadap tentara IDF di Gaza merupakan pelanggaran batas, yang akan ditanggapi IDF dengan kekuatan besar,” ucap Katz mengutip CNN Rabu (29/10).

Ini merupakan kekerasan terbaru dalam gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga minggu.

Namun kepada Reuters, seorang pejabat militer Israel mengklaim Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang pasukan Israel di wilayah kantong yang berada di bawah kendali Israel.

“Ini merupakan pelanggaran gencatan senjata yang mencolok lainnya,” kata pejabat itu, Rabu (29/10).

Kesepakatan gencatan senjata yang dimotori AS mulai berlaku pada 10 Oktober lalu. Tetapi kini, Israel maupun Hamas sama-sama saling menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata.

Baca Juga :  Seluas 300 Hektare Tambang Ilegal Ditemukan di Taman Nasional Merapi

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan 68 ribu orang tewas akibat genosida Israel, serta ribuan lainnya masih hilang.

Selasa lalu, media Israel melaporkan adanya baku tembak antara pasukan Israel dan pejuang Hamas di Kota Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut. Sementara itu, Hamas membantah bertanggung jawab atas peristiwa di Rafah.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Netanyahu tampaknya terus mencari celah untuk menyerang Gaza. Sebelumnya, ia menuding Hamas melanggar gencata senjata lantaran menyerahkan beberapa jasad yang salah dalam proses pengembalian jenazah para sandera ke Israel.

Netanyahu mengatakan jenazah yang diserahkan pada Senin kemarin adalah Ofir Tzarfati, seorang warga Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, jenazah itu telah diambil sebagian oleh pasukan Israel selama agresi.

Hamas semula menanggapi pernyataan Israel dengan mengatakan akan menyerahkan jenazah seorang sandera yang ditemukan di sebuah terowongan di Gaza, untuk dikembalikan kepada Israel pada Selasa.

Namun, sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, kemudian mengumumkan menunda penyerahan yang direncanakan, dengan alasan Negeri Zionis telah melanggar gencatan senjata.

Hamas juga mengatakan Netanyahu sedang mencari alasan untuk mengingkari kewajiban Israel dalam kesepatan damai.

Baca Juga :  Soroti Kinerja Presidium, Aktivis Ajak Gubernur Jabar Kawal DOB Sukabumi Utara

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Hamas harus membebaskan semua sandera yang masih hidup dengan imbalan hampir 2.000 narapidana Palestina dan tahanan perang. Mereka ditahan tanpa melewati proses peradilan.

Sementara Israel harus menarik pasukannya dan menghentikan serangannya di Gaza, berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Hamas telah setuju untuk menyerahkan jenazah semua sandera tewas yang belum ditemukan, tetapi akan membutuhkan waktu. Sebab, mereka kesulitan menemukan dan mengambil jenazah-jenazah tersebut di tengah reruntuhan Gaza yang porak-poranda dihancurkan Israel.

Namun, Israel mengatakan Hamas dapat mengakses jenazah sebagian besar sandera. Klaim itu klaim dibantah Hamas.

Brigade Al-Qassam menyebut pihaknya tidak mengetahui di mana jenazah-jenazah yang tersisa berada. Sebab, pemboman gila-gilaan oleh Israel selama dua tahun telah membuat lokasi-lokasi di Gaza tidak dapat dikenali lagi.

Pencarian jenazah sandera meningkat selama beberapa hari terakhir, setelah kedatangan alat berat dari Mesir.

Buldoser tampak bekerja di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, hingga lebih jauh ke utara di Kamp Nuseirat, sementara para pejuang Hamas dikerahkan di sekitar alat-alat berat.

Beberapa jenazah diyakini berada di jaringan terowongan Hamas yang membentang di bawah Gaza.

Saksi mata di Khan Younis mengatakan tim Mesir dan pejuang Hamas menggali dalam-dalam di dekat Hamad Housing City yang didanai Qatar. Gambar Reuters menunjukkan penggaliannya sekitar 12 meter di bawah permukaan.(pau)

Berita Terkait

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG
DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik
Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN
Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 17 Mei 2026, Hujan Ringan di Siang Hari
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini 16 Mei 2026, Waspada Hujan di Siang Hari!
Kasus Korupsi Chromebook Rp2,18 Triliun, Eks Mendikbudristek Dituntut 18 Tahun Penjara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:28 WIB

DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:58 WIB

Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup

Senin, 25 Mei 2026 - 09:27 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 25 Mei 2026, Waspada Hujan Lebat Siang Hari

Berita Terbaru