Tekan Angka Pengangguran di Kota Sukabumi, Program Bestari Kian Diminati Warga

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. Foto: Boy

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat. Foto: Boy

LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus menggencarkan sosialisasi program kerja ke luar negeri yang bertajuk Be Star International (Bestari). Program ini merupakan inisiatif pembinaan dan penempatan tenaga kerja profesional ke berbagai negara.

Program Bestari menjadi salah satu unggulan Pemkot Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota, dengan target ambisius memberangkatkan 3.500 tenaga kerja resmi ke kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa pada tahun 2026.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini mencapai sekitar 15.240 orang atau 8,19 persen dari total angkatan kerja. Selain itu, program ini juga bertujuan mencegah praktik penempatan tenaga kerja ilegal.

“Program ini merupakan salah satu upaya kita untuk menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Sukabumi,” ujar Punjul kepada literasimedia.com, Senin (27/4).

Baca Juga :  Wali Kota Sukabumi: Pesantren Adalah Benteng Moral dan Penggerak Kemajuan

Ia mengungkapkan, sejak diluncurkan pada Januari 2026, antusiasme masyarakat terhadap program Bestari cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 390 warga telah berhasil diberangkatkan bekerja ke luar negeri, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 180 orang dalam satu tahun.

Punjul menegaskan bahwa paradigma pekerja migran kini telah berubah. Jika sebelumnya identik dengan pekerjaan informal seperti asisten rumah tangga, kini program Bestari fokus pada penempatan tenaga kerja formal yang telah dibekali pelatihan.

“Yang kita berangkatkan sekarang adalah pekerja formal. Mereka sudah dilatih dari sisi bahasa, keterampilan, hingga pemahaman budaya negara tujuan, sehingga mendapatkan pekerjaan yang layak dan terlindungi secara hukum,” jelasnya.

Menurutnya, tenaga kerja yang diberangkatkan secara resmi akan mendapatkan perlindungan hukum di negara tujuan, termasuk pengawasan dan jaminan hak-hak pekerja. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja serta memberikan dampak positif saat mereka kembali ke tanah air.

Baca Juga :  Ayep Zaki Resmikan Sukabumi Smart AI, Kebijakan Pemerintah Bakal Makin Berbasis Data

“Harapannya, setelah kembali ke Sukabumi, mereka memiliki modal untuk membuka usaha mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Selain berdampak pada individu, program ini juga dinilai memiliki manfaat ekonomi secara luas, terutama melalui remitansi yang dikirimkan pekerja kepada keluarga di Indonesia.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Disnaker juga menerapkan sistem pendaftaran berjenjang dengan melibatkan unsur masyarakat mulai dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar program Bestari ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru