Peredaran Obat Keras Ilegal di Sukabumi Kembali Disorot, Warga Resah

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko yang masih bebas beroperasi mengedarkan obat keras golongan G jenis Tramadol dan Hexymer di Jalan Letkol Edie Soekardi, Kecamatan Warudoyong dan Baros. Foto: Istimewa

Toko yang masih bebas beroperasi mengedarkan obat keras golongan G jenis Tramadol dan Hexymer di Jalan Letkol Edie Soekardi, Kecamatan Warudoyong dan Baros. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – Peredaran obat keras terbatas (OKT) golongan G jenis Tramadol dan Hexymer di Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan. Praktik penjualan obat ilegal berkedok toko disebut masih bebas beroperasi di sejumlah titik, di antaranya di Jalan Letkol Edie Soekardi, Kecamatan Warudoyong dan Baros.

Seorang warga Kecamatan Warudoyong, RA (32), mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai peredaran obat keras tanpa pengawasan ini sudah sangat mengkhawatirkan, terutama karena mayoritas pembelinya diduga masih berusia di bawah umur.

Baca Juga :  Realisasi 86 Persen, Kecamatan Gunungpuyuh Bidik Peningkatan PBB-P2 hingga Akhir Tahun

“Polisi dan instansi terkait harus segera bertindak. Ini jelas meresahkan masyarakat dan mengancam masa depan generasi bangsa,” ujarnya, Senin (20/4).

Menurut RA, kecurigaan warga bermula dari aktivitas mencurigakan di salah satu toko yang kerap didatangi anak-anak usia sekolah. Mereka terlihat hilir mudik keluar masuk toko tersebut dalam waktu yang cukup sering.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, warga mendapati bahwa toko tersebut diduga menjual berbagai jenis obat keras golongan G, termasuk Tramadol dan Hexymer, tanpa izin resmi.

Baca Juga :  Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Lakukan Fogging Pasca 1 dari 3 Warga Meninggal Diduga DBD

“Salah satu pembelinya ternyata anak-anak yang masih usia sekolah dan mengaku membeli obat keras jenis Tramadol,” ungkapnya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penertiban dan penindakan tegas terhadap peredaran obat ilegal tersebut guna mencegah dampak yang lebih luas di tengah masyarakat. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru