Dari Raker DPR RI, Iman Adinugraha Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Akses Pembiayaan

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi VII DPR RI bersama Menteri UMKM menggelar rapat kerja di Gedung DPR RI Jakarta.

Komisi VII DPR RI bersama Menteri UMKM menggelar rapat kerja di Gedung DPR RI Jakarta.

LITERASI MEDIA – Komitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali ditegaskan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Iman Adinugraha, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR RI bersama Menteri UMKM. Forum tersebut membahas evaluasi kinerja dan program UMKM tahun 2025 sekaligus rencana kerja tahun 2026.

Di hadapan jajaran kementerian, Iman mengawali dengan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Kementerian UMKM sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berbagai langkah nyata telah memberi dampak langsung bagi pelaku usaha di daerah.

“Sepanjang 2025 kami mencatat sejumlah capaian positif, mulai dari meningkatnya jumlah UMKM yang berhasil diformalkan, perluasan akses pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi yang mulai dirasakan manfaatnya,” ungkap Iman, pada Selasa (20/1).

Baca Juga :  Rakercab Demokrat Sukabumi, Konsolidasi Seribu Kader dan Menata Kekuatan dari Ranting hingga TPS

Ia menilai, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi upaya mendorong UMKM naik kelas. Lebih dari itu, sektor UMKM terbukti menjadi penopang utama perekonomian nasional sekaligus motor penciptaan lapangan kerja.

“Kerja nyata ini sangat strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. UMKM bukan hanya bertahan, tapi harus terus didorong agar berkembang dan berdaya saing,” tegasnya.

Meski demikian, Iman tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Salah satu sorotan utamanya adalah akses pembiayaan formal, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro dan mikro.

Ia menyebut, target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2025 tergolong ambisius. Namun di lapangan, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan.

Baca Juga :  Hadiri Kunker Komisi II DPR RI di Balai Kota, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi

“Masih sekitar 69,5 persen UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan, terutama karena belum memiliki rekam jejak kredit yang kuat. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Iman.

Karena itu, Iman mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan dan skema pembiayaan yang lebih inklusif dan adaptif, agar pelaku usaha kecil dan ultra mikro tidak tertinggal dalam proses pembangunan ekonomi.

“Ke depan, keberpihakan kepada UMKM kecil harus semakin nyata. Dengan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan, UMKM bisa tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia,” pungkasnya. (Kio).

Berita Terkait

Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik
Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang
Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran
Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi
Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan
DPRD Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Kota Sukabumi, Potensi Rp80 Miliar Menguap?
Waspada! Rokok Tanpa Cukai Masih Berkeliaran, Satpol PP Kota Sukabumi Tingkatkan Kekuatan SDM
Kota Sukabumi Kembali Bidik Prestasi Nasional Lewat 1.326 Inovasi Daerah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:10 WIB

Anggaran Program Unggulan Insentif Masyarakat Kota Sukabumi di 2026 Dipastikan Naik

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Polemik Dana Abadi Rp10 Juta per RT, Agus Samsul Singgung Janji Politik Tak Matang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:35 WIB

Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan

Berita Terbaru