LITERASI MEDIA – Komitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali ditegaskan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Iman Adinugraha, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR RI bersama Menteri UMKM. Forum tersebut membahas evaluasi kinerja dan program UMKM tahun 2025 sekaligus rencana kerja tahun 2026.
Di hadapan jajaran kementerian, Iman mengawali dengan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Kementerian UMKM sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berbagai langkah nyata telah memberi dampak langsung bagi pelaku usaha di daerah.
“Sepanjang 2025 kami mencatat sejumlah capaian positif, mulai dari meningkatnya jumlah UMKM yang berhasil diformalkan, perluasan akses pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi yang mulai dirasakan manfaatnya,” ungkap Iman, pada Selasa (20/1).
Ia menilai, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi upaya mendorong UMKM naik kelas. Lebih dari itu, sektor UMKM terbukti menjadi penopang utama perekonomian nasional sekaligus motor penciptaan lapangan kerja.
“Kerja nyata ini sangat strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. UMKM bukan hanya bertahan, tapi harus terus didorong agar berkembang dan berdaya saing,” tegasnya.
Meski demikian, Iman tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Salah satu sorotan utamanya adalah akses pembiayaan formal, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro dan mikro.
Ia menyebut, target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2025 tergolong ambisius. Namun di lapangan, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan.
“Masih sekitar 69,5 persen UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan, terutama karena belum memiliki rekam jejak kredit yang kuat. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Iman.
Karena itu, Iman mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan dan skema pembiayaan yang lebih inklusif dan adaptif, agar pelaku usaha kecil dan ultra mikro tidak tertinggal dalam proses pembangunan ekonomi.
“Ke depan, keberpihakan kepada UMKM kecil harus semakin nyata. Dengan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan, UMKM bisa tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia,” pungkasnya. (Kio).









