LITERASI MEDIA – Di balik hamparan gunung, rimba, laut, dan sungai yang membentang di Kabupaten Sukabumi, tersimpan potensi pariwisata besar yang hingga kini dinilai belum tergarap optimal.
Potensi inilah yang disuarakan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. Iman Adinugraha, saat rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata RI.
Di hadapan jajaran kementerian, Iman menekankan pentingnya pemerataan pembangunan pariwisata nasional. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak seharusnya hanya terpusat di daerah-daerah besar yang sudah mapan, sementara wilayah lain dengan kekayaan alam luar biasa justru tertinggal.
“Masih banyak daerah dengan potensi luar biasa, tetapi belum mendapatkan sentuhan nyata. Jangan hanya fokus pada daerah yang pariwisatanya sudah maju,” ujar Iman, pada Rabu (21/1).
Sukabumi menjadi contoh konkret yang ia angkat. Daerah yang secara geografis sangat dekat dengan Jakarta itu, menurut Iman, sejak lama telah dilirik sebagai kawasan strategis pariwisata. Bahkan, Presiden pertama RI, Soekarno, pernah melihat besarnya potensi Sukabumi dengan membangun hotel hingga Istana Presiden.
“Bung Karno dulu sudah melihat potensi besar Sukabumi. Tapi sampai hari ini, saya belum melihat adanya fokus nyata dari Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan daerah ini secara serius,” ungkapnya.
Namun, besarnya potensi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur yang ada. Iman menyoroti masih rusaknya sekitar 500 kilometer jalan di Sukabumi, yang secara langsung berdampak pada aksesibilitas dan minat kunjungan wisatawan.
Ia menyadari, persoalan jalan, bandara, hingga tol bukan sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pariwisata. Meski demikian, ia menilai kementerian tetap memiliki peran strategis dalam mendorong koordinasi lintas sektor.
“Koordinasi antar-kementerian sangat diperlukan. Kementerian Pariwisata bisa ikut memperjuangkan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, bandara, hingga jalan tol yang sangat dibutuhkan masyarakat pariwisata di daerah,” katanya.
Iman berharap, Kementerian Pariwisata ke depan dapat berperan sebagai penghubung yang aktif, menyatukan kepentingan pusat dan daerah, agar pembangunan infrastruktur pariwisata tidak lagi terhambat dan potensi daerah seperti Sukabumi benar-benar dapat berkembang menjadi destinasi unggulan nasional. (kio).









