Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun Sepanjang 2025, Jangkau 4,9 Juta UMKM-K

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat capaian kinerja impresif sepanjang 2025 dengan total volume penjaminan mencapai Rp214,73 triliun. Realisasi tersebut menjangkau 4,90 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM-K) di berbagai daerah.

Dari usaha yang dijamin tersebut, tercatat sekitar 6 juta tenaga kerja terserap di beragam sektor produktif. Angka ini menegaskan peran strategis Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menjelaskan bahwa skema penjaminan menjadi solusi bagi UMKM-K yang memiliki prospek usaha layak, namun masih menghadapi keterbatasan agunan maupun akses terhadap lembaga keuangan. Menurutnya, kehadiran Jamkrindo meningkatkan kepercayaan perbankan dan lembaga pembiayaan dalam menyalurkan kredit, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kinerja penjaminan tahun 2025 menunjukkan kontribusi nyata Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat sektor produktif,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Lagi, Jamkrindo Tingkatkan Nilai Tambah Buah Lokal Sukabumi

Ia menambahkan, konsistensi perusahaan dalam menjalankan mandat sebagai mitra strategis UMKM-K menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi nasional. Melalui penjaminan, pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga terdorong meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta menjadi lebih bankable.

Jamkrindo terus mengembangkan layanan penjaminan, baik untuk program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun penjaminan non-program yang mendukung sektor produktif lainnya. Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha agar UMKM-K memiliki tata kelola, manajemen produksi, serta strategi pemasaran yang lebih baik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun portofolio pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas kredit yang disalurkan lembaga keuangan.

Ke depan, Jamkrindo memperkuat sinergi dengan perbankan, lembaga keuangan, pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan penjaminan di seluruh Indonesia. Transformasi digital dan inovasi produk juga menjadi fokus untuk meningkatkan kecepatan layanan, efisiensi proses, dan pengelolaan risiko.

Baca Juga :  Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp27,68 Triliun, Dorong UMKM Tumbuh dan Serap Jutaan Tenaga Kerja

Selain penjaminan kredit, Jamkrindo menyediakan produk penjaminan langsung seperti surety bond dan kontra bank garansi. Produk ini digunakan dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga mendukung proses pengadaan yang lebih transparan, kredibel, dan akuntabel.

Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia dan bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menegaskan komitmennya menghadirkan solusi penjaminan yang adaptif dan berdampak luas. Perusahaan optimistis dapat terus berkontribusi pada penguatan UMKM-K, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan ekonomi nasional. (kio).

Berita Terkait

Pembahasan APBD 2027 Bergulir, Pemkab dan DPRD Sukabumi Fokus Jaga Fiskal dan Percepat Pembangunan
DPRD Soroti Strategi Dongkrak PAD Wisata, Ramzi: Infrastruktur Harus Dibenahi, Jangan Hanya Andalkan Tiket
GPM Digelar di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Perkuat Pengendalian Inflasi dan Daya Beli Warga
Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG
DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik
Mei 2026, Kota Sukabumi Lampaui Capaian Provinsi dan Nasional dalam Pengendalian Inflasi
Korupsi Program MBG, Rompi Pink Jadi Akhir Jabatan Tiga Eks Petinggi BGN
Menkeu Purbaya Ultimatum Pengusaha Rokok Ilegal: Masuk Jalur Resmi atau Pabrik Ditutup
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:20 WIB

Pembahasan APBD 2027 Bergulir, Pemkab dan DPRD Sukabumi Fokus Jaga Fiskal dan Percepat Pembangunan

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:08 WIB

DPRD Soroti Strategi Dongkrak PAD Wisata, Ramzi: Infrastruktur Harus Dibenahi, Jangan Hanya Andalkan Tiket

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:26 WIB

GPM Digelar di Cibeureum, Pemkot Sukabumi Perkuat Pengendalian Inflasi dan Daya Beli Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

Eks Wakil Kepala BGN ‘Bernyanyi’, Klaim Seret 26 Nama di Kasus Korupsi MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:28 WIB

DPR-Pemerintah Bahas Insentif untuk Warga Buntut Harga Pertamax Naik

Berita Terbaru