Waspada! Ini Makanan Pemicu Fatty Liver yang Sering Dikonsumsi

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA- Hati adalah organ vital yang bekerja tanpa lelah untuk membersihkan racun, memetabolisme lemak, dan menjaga keseimbangan tubuh. Namun, gaya hidup modern dan pola makanan yang dikonsumsi tidak sehat diam-diam bisa menjadi ancaman serius.

Gaya hidup kurang sehat bisa jadi ancaman serius buat organ hati. Anda patut berhati-hati sebab makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata bisa jadi makanan pemicu fatty liver. Apa saja?

Salah satunya adalah penyakit fatty liveratau perlemakan hati, kondisi di mana lemak menumpuk lebih dari 5-10 persen berat hati.

Hampir satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan mengidap fatty liver, dan sebagian besar tidak menyadarinya.

Hal yang mengejutkan, banyak pemicu penyakit ini justru datang dari makanan yang biasa Anda konsumsi sehari-hari.

Makanan pemicu fatty liver
Sebaiknya mulai perhatikan pola makan dan apa pun yang dikonsumsi. Deret makanan berikut bisa memicu fatty liver sehingga perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya.

1. Roti putih dan tepung terigu olahan

Roti tawar putih, adonan pizza, hingga kue kering yang menggunakan tepung terigu olahan memang lezat dan praktis. Namun, bahan ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Akibatnya, tubuh menyimpan kelebihan glukosa sebagai lemak, termasuk di dalam hati.

Baca Juga :  5 Makanan yang Terlihat Sehat Tapi Bisa Menghambat Umur Panjang

Solusinya, coba ganti dengan roti gandum utuh atau makanan berbahan dasar biji-bijian.

2. Sereal manis untuk sarapan

Sereal sarapan mungkin terlihat sehat karena sering dikaitkan dengan gaya hidup aktif. Padahal, banyak produk sereal dipenuhi gula tambahan. Konsumsi gula tinggi di pagi hari bisa membuat hati bekerja ekstra keras dalam waktu singkat, mempercepat penumpukan lemak.

3. Minuman bersoda dan manis

Soda, teh kemasan, minuman berenergi, dan jus dalam botol sering mengandung sirup jagung tinggi fruktosa atau pemanis buatan.

Menurut studi dari Ohio State University, fruktosa yang tinggi dalam minuman ini akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam sel hati. Jika terus dibiarkan maka, hal ini dapat berkembang menjadi sirosis atau kerusakan hati parah.

4. Camilan kemasan

Keripik, biskuit, dan makanan ringan dalam kemasan memang menggoda saat lapar melanda. Sayangnya, kebanyakan camilan ini tinggi karbohidrat olahan, lemak trans, dan pengawet.

Kombinasi ini menambah beban hati tanpa memberi manfaat gizi yang berarti.

5. Daging merah

Daging merah seperti sapi dan kambing kaya akan lemak jenuh yang berpotensi menyebabkan peradangan dan penumpukan lemak di hati. Daging olahan seperti sosis, bacon, atau salami bahkan lebih berisiko.

Baca Juga :  Iman Adinugraha Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

Sebaiknya, kurangi frekuensi dan jumlah konsumsinya. Pilih sumber protein nabati atau ikan sebagai alternatif.

6. Kue dan pastry

Donat, muffin, kue ulang tahun, semuanya mengandung campuran sempurna antara gula tinggi dan lemak tidak sehat. Kelebihan gula ini akan langsung diproses oleh hati dan disimpan dalam bentuk lemak.

7. Makanan yang digoreng

Makanan seperti ayam goreng, kentang
goreng, bahkan pisang goreng mengandung lemak trans yang sulit diproses oleh hati. Versi ‘air-fried’ pun tetap berisiko jika masih menggunakan minyak dan adonan tepung berlebihan.

8. Produk susu full-fat

Susu murni, keju penuh lemak, dan yogurt manis mengandung kadar lemak jenuh dan gula tambahan yang cukup tinggi. Konsumsi rutin bisa menambah tumpukan lemak di hati, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik.

9. Makanan cepat saji

Burger, pizza, mi instan, dan teman-temannya sering kali jadi penyelamat saat lapar di tengah kesibukan.

Namun dibalik kepraktisannya, fast food mengandung kombinasi gula, garam, dan lemak jenuh yang bisa membanjiri kerja hati. Konsumsi sesekali tak masalah, tapi jangan dijadikan kebiasaan.

Itulah, 9 makanan yang sering dikonsumsi hampir setiap hari oleh banyaknya orang yang menyebabkan fatty liver.

Berita Terkait

Pelatihan AI Lanjutan Jadi Langkah RSUD R. Syamsudin SH Tingkatkan Kualitas Layanan
RSUD R. Syamsudin SH Perkuat Sinergi dengan FKTP, Dorong Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif
Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM
Kasus TBC Meningkat di Kota Sukabumi, Dinkes Soroti Banyak Pasien Putus Berobat
Program SEHATI, Inovasi RSUD R Syamsudin SH Dampingi Ibu Hamil Hadapi Persalinan
Iman Adinugraha Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan, RS Bunut Gelar Temu Pelanggan dan Evaluasi Mitra FKTP
Kejar Target Imunisasi, Dinkes Kota Sukabumi Luncurkan Program Gempita
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pelatihan AI Lanjutan Jadi Langkah RSUD R. Syamsudin SH Tingkatkan Kualitas Layanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02 WIB

RSUD R. Syamsudin SH Perkuat Sinergi dengan FKTP, Dorong Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:37 WIB

Dinkes Jabar dan Kota Sukabumi Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Libatkan UMKM

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:17 WIB

Kasus TBC Meningkat di Kota Sukabumi, Dinkes Soroti Banyak Pasien Putus Berobat

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:18 WIB

Program SEHATI, Inovasi RSUD R Syamsudin SH Dampingi Ibu Hamil Hadapi Persalinan

Berita Terbaru