Ayep Zaki: Sumpah Pemuda, Momentum Kebangkitan Kolektif

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 H. Ayep Zaki Pegiat Wakaf Uang, Praktisi Ekonomi Umat

H. Ayep Zaki Pegiat Wakaf Uang, Praktisi Ekonomi Umat

LITERASI MEDIA- Tanggal 28 Oktober selalu mengingatkan bangsa ini pada ikrar sakral para pemuda tahun 1928: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa—Indonesia. Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa historis, tetapi energi moral untuk terus memperjuangkan kemandirian bangsa.

Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.

Spirit Sumpah Pemuda hari ini harus diterjemahkan ke dalam gerakan ekonomi umat yang kuat dan berkelanjutan. Salah satu instrumen strategis yang sesuai dengan nilai keikhlasan, gotong royong, dan keadilan sosial adalah wakaf uang.

*Wakaf Uang: Instrumen Kemandirian Ekonomi Umat*

Wakaf uang bukan sekadar ibadah sosial, melainkan _financial instrument_ yang mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi berbasis nilai. Dengan regulasi yang jelas melalui UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No. 42 Tahun 2006, dan dukungan Peraturan BWI dan DSN-MUI, wakaf uang kini bisa dikelola secara profesional, transparan, dan produktif.

Baca Juga :  Momentum Hari Bhayangkara, DPRD Sukabumi Soroti Pentingnya Peran Polri bagi Stabilitas Daerah

Setiap rupiah wakaf uang memiliki kekuatan mengganda: abadi dalam nilai, produktif dalam manfaat. Ketika dikelola dengan prinsip wakaf produktif, dana ini dapat diinvestasikan ke instrumen syariah seperti sukuk negara, sukuk korporasi, CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk), CWLD (Cash Waqf Linked Deposit), atau sektor riil yang menumbuhkan pelaku usaha mikro.

Keuntungan hasil pengelolaan disalurkan kembali untuk pemberdayaan sosial, pendidikan, kesehatan, dan UMK tanpa mengurangi pokoknya.

*Dari Idealisme Pemuda ke Gerakan Ekonomi*

Pemuda hari ini tidak hanya ditantang untuk bersumpah tentang identitas, tetapi juga untuk berikrar atas kemandirian ekonomi bangsanya sendiri. Melalui gerakan wakaf uang, pemuda dapat berperan sebagai penggerak transformasi finansial yang berlandaskan nilai spiritual.

Bayangkan jika satu juta pemuda Indonesia mewakafkan Rp100.000 saja setiap bulan. Maka akan terkumpul dana abadi Rp100 miliar per bulan—sebuah dana kedaulatan ekonomi umat yang dapat menghidupi ribuan UMK melalui skema Qardhul Hasan, membantu pesantren, membantu kaum dhu’afa, dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Bazar Merdeka Gerindra Kota Sukabumi, Ini Pesan Wali Kota Sukabumi

Inilah bentuk baru “Sumpah Pemuda Ekonomi”: satu visi kesejahteraan, satu semangat kemandirian, satu aksi wakaf produktif.

*Menanam Abadi, Menuai Berkah Tanpa Henti*

Dalam konsep ekonomi wakaf, _giving never ends_. Nilai kebaikan terus berputar, menciptakan rantai keberkahan yang tidak terputus. Wakaf uang adalah jihad ekonomi yang menjadikan setiap pemuda bukan sekadar konsumen global, tetapi produsen kebaikan.

Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi titik balik untuk mengubah paradigma: dari _charity-based movement_ menuju _investment-based philanthropy_. Gerakan ini bukan sekadar berbagi, tapi membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

*Wakaf uang* adalah jembatan antara iman dan pembangunan, antara spiritualitas dan kemandirian nasional. Jika Sumpah Pemuda 1928 melahirkan Indonesia Merdeka, maka Sumpah Pemuda Ekonomi melalui Wakaf Uang akan melahirkan Indonesia Berdaulat dan Makmur.

> “Bangsa yang besar bukan hanya yang mengenang perjuangan, tetapi yang melanjutkan perjuangan dengan cara yang relevan di zamannya.”

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!
DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi
DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026
Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah
Tujuh Fraksi Beri Catatan, DPRD Kabupaten Sukabumi Segera Bedah APBD 2027
Bappeda Kota Sukabumi Terima Kunjungan Edukasi Siswa SMP IT Al-Huda
Data Bansos Bermasalah? Dinsos Kota Sukabumi Kini Hadirkan Program Gerebeg Desil
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:38 WIB

DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:56 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah

Berita Terbaru