LITERASI MEDIA – Empat nama hasil pemetaan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal bersaing untuk mendapatkan kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi.
Keempat nama tersebut yaitu Hasim Adnan (Petahana), H. Usep (Sekretaris DPC PKB Kabupaten Sukabumi), Bayu Permana (Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi), dan Anwar Sadad (Bendahara DPC PKB Kabupaten Sukabumi).
Nama-nama tersebut telah ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Sukabumi di salah satu hotel di Jalan Selabintana, pada Sabtu (11/4).
Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan, melihat Muscab ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat barisan dan merumuskan langkah ke depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah.
Menurutnya, PKB tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mewujudkan cita-cita pembangunan Sukabumi yang lebih berkah dan inklusif.
Hasim juga menyinggung capaian politik partainya di DPRD Kabupaten Sukabumi yang kini mengantongi tujuh kursi. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat peran partai dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Di sisi lain, perwakilan DPP PKB, Ahmad Fauzi, yang juga anggota DPR RI, membawa pesan nasional dalam forum tersebut. Ia menegaskan Muscab yang digelar serentak di seluruh Indonesia merupakan bagian dari konsolidasi besar partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Ia mengajak seluruh kader untuk memaknai politik secara lebih luas, tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi sebagai bagian dari pengabdian yang berkelanjutan.
Dalam pandangannya, politik harus mampu menjadi jalan perbaikan kehidupan, baik di tingkat sosial maupun spiritual. Ia juga mengingatkan kontribusi PKB dalam kebijakan nasional, seperti lahirnya Hari Santri dan Undang-Undang Pesantren, sebagai bukti nyata peran partai dalam memperjuangkan kepentingan umat.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa hasil Muscab harus mampu melahirkan gagasan konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari persoalan kemiskinan hingga peningkatan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
“PKB harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” pesannya. (Boy)









