LITERASI MEDIA – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek rehabilitasi Jalan Gudang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Barlian Hadi, angkat bicara terkait temuan sejumlah pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lapangan. Hal tersebut tentunya menjadi sorotan dalam hal aspek keselamatan kerja.
Menurutnya, sejak awal pelaksanaan proyek, penggunaan APD telah menjadi perhatian utama. Bahkan, sebelum pekerjaan dimulai, telah dilakukan rapat persiapan yang salah satunya membahas kewajiban penggunaan perlengkapan keselamatan kerja.
“Sejak awal kita sudah rapat terkait persiapan, termasuk penggunaan APD. Kami juga berterima kasih atas informasi dari media,” ujar Barlian, yang juga Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, kepada literasimedia.com, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, seluruh pekerja sebenarnya telah difasilitasi satu paket perlengkapan keselamatan kerja oleh pihak pelaksana proyek. Namun, di lapangan masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan APD secara konsisten.
“Kami juga sering melihat ada pekerja yang tidak menggunakan APD. Kalau ditemukan, langsung kami tegur agar dipakai,” katanya.
Terkait alasan pekerja, sebagian di antaranya mengaku tidak nyaman karena kondisi tubuh yang berkeringat saat bekerja. Hal itu membuat mereka melepas APD sementara waktu.
“Alasannya karena panas dan berkeringat, jadi APD dilepas dulu. Tapi setelah itu dipakai lagi,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus mengingatkan pekerja agar tetap mematuhi aturan demi keselamatan kerja. Ia menekankan bahwa penggunaan APD bukan sekadar formalitas, melainkan untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan.
Selain itu, seluruh pekerja juga disebut telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari jaminan keselamatan kerja.
“Itu satu paket ya, jaminan keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan juga sudah diikutsertakan,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kepatuhan, lanjut dia, pihaknya mengaku akan melakukan pendekatan persuasif kepada para pekerja.
“Kita lakukan secara bertahap, kita ingatkan secara lisan dulu. Kita sampaikan bahwa APD itu bukan untuk kami, tapi untuk keselamatan mereka sendiri,” ungkapnya.
Pihaknya berharap dengan pendekatan tersebut, kesadaran pekerja dalam menggunakan APD dapat meningkat sehingga keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









