LITERASI MEDIA – DPRD Kota Sukabumi menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, pada Rabu (1/4).
Rapat dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekda Kota Sukabumi, jajaran PKK, serta para mantan wali kota dan tokoh masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat diwakili Sekda Jabar Herman Suryatman.
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, membuka rapat dilanjutkan pembacaan sejarah singkat Kota Sukabumi oleh Mojang dan Jajaka.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan, nama “Soeka-Boemi” mulai dikenal sejak 13 Januari 1815 oleh seorang administratur perkebunan asal Belanda, Andries Christoffel Johannes de Wilde. Kota Sukabumi kemudian resmi berdiri pada 1 April 1914 pada masa Hindia Belanda.
Tokoh masyarakat H. Mohamad Muraz menyampaikan pandangan terkait pengelolaan kota. Ia menilai Sukabumi memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan untuk kemajuan daerah.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan pembangunan kota membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Seluruh potensi harus dimaksimalkan untuk membangun Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ia juga menyebut APBD Kota Sukabumi tahun 2025 mencapai Rp1,175 triliun. Dukungan pemerintah pusat, termasuk realisasi dana kurang salur, dinilai penting untuk mempercepat pembangunan.
Di sektor kesehatan, RSUD R. Syamsudin SH kini telah memiliki sejumlah layanan seperti stem cell, kemoterapi, bedah mulut, dan rehabilitasi jantung. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara itu, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengajak momentum hari jadi dijadikan refleksi pembangunan, baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Menurutnya, kemajuan Jawa Barat ditentukan oleh daerah, termasuk Kota Sukabumi.
“Pembangunan harus dilakukan secara cepat dan tepat agar kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” katanya.
Peringatan HUT ke-112 Kota Sukabumi ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.









