LITERASI MEDIA – Pihak kontraktor pelaksana proyek rehabilitasi Jalan Gudang, Kota Sukabumi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.
Hal tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan terkait terganggunya aktivitas usaha akibat perbaikan jalan yang dinilai berdampak signifikan terhadap penurunan omzet.
“Alhamdulillah, kami menanggapi semua masukan dengan baik. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas dampak perbaikan Jalan Gudang ini, terutama kepada pemilik toko yang merasa terganggu,” ujar Pelaksana Lapangan, Ade Nenda, kepada literasimedia.com, Rabu (22/4).

Ia mengakui, proyek tersebut memang menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pelaku usaha di sepanjang ruas jalan yang terdampak langsung. Namun, ia menegaskan bahwa pengerjaan dilakukan untuk kepentingan umum demi meningkatkan kenyamanan lalu lintas.
“Kami memahami omzet menurun, aktivitas usaha terganggu. Tapi ini juga demi kepentingan bersama, agar ke depan akses jalan lebih baik dan nyaman,” katanya.
Pihak kontraktor juga meminta dukungan dan kesabaran dari masyarakat, khususnya para pemilik usaha selama proses pengerjaan berlangsung. Ia menilai komunikasi yang baik menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang terjadi.
Terkait akses menuju toko yang sempat tertutup, pihaknya membuka ruang komunikasi bagi pelaku usaha yang membutuhkan akses sementara.
“Kalau memang butuh akses, silakan koordinasi dengan kami. Bisa kita beri jeda atau dibuka sementara sebelum pembongkaran. Kemungkinan kemarin ada miskomunikasi,” jelasnya.
Saat ini, progres pengerjaan Jalan Gudang disebut telah mencapai sekitar 70 persen dan memasuki tahap akhir. Pekerjaan pengerukan, pembongkaran, dan penggalian telah selesai, dan kini tengah memasuki tahap pembesian.
“InsyaAllah dalam waktu dekat kita mulai pengecoran. Mudah-mudahan tidak sampai satu minggu, jalan sudah bisa dilalui kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan pengerjaan dilakukan sebagai upaya meredam polemik di masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Meski demikian, pihak kontraktor mengakui adanya tantangan di lapangan, salah satunya kenaikan harga material seperti semen dan bahan konstruksi lainnya setelah kontrak berjalan.
“Kondisi material sekarang memang naik, itu juga menjadi kendala kami. Tapi kami tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









