LITERASI MEDIA – Proyek perbaikan Jalan Gudang di Kota Sukabumi ditargetkan selesai lebih cepat dari waktu kontrak. Meski dalam perjanjian pekerjaan memiliki durasi hingga tiga bulan atau 150 hari kalender, pihak kontraktor berupaya merampungkan pekerjaan dalam waktu sekitar 28 hari untuk lajur yang saat ini tengah dikerjakan.
Pelaksana Lapangan, Ade Nenda, menyampaikan bahwa percepatan dilakukan sebagai respons atas dampak yang dirasakan masyarakat serta ramainya sorotan di media sosial terkait proyek tersebut.
“Kalau di kontrak memang tiga bulan, tapi kita cari percepatan. Targetnya kiri kanan bisa selesai dalam 28 hari. Karena dampaknya sudah ramai, kita cari solusi terbaik dengan dinas dan pemerintah,” ujarnya, kepada literasimedia.com, Rabu (22/4).
Ia mengakui, berbagai keluhan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sepanjang Jalan Gudang, menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pihaknya memilih fokus pada percepatan pengerjaan tanpa terlebih dahulu memikirkan potensi tambahan anggaran.
“Kita tidak mau polemik berkepanjangan. Dampaknya pasti ke kami sebagai pelaksana. Jadi kita utamakan pekerjaan cepat selesai dan hasilnya tetap baik,” katanya.
Menurutnya, jika pengerjaan mengikuti durasi kontrak hingga tiga bulan, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak yang lebih luas di masyarakat. Apalagi proyek tersebut baru berjalan kurang dari satu minggu sejak dimulai.
“Kita mulai pekerjaan hari Selasa, saat seremoni bersama Pak Wali Kota. Baru berjalan beberapa hari, makanya kita percepat supaya kondisi segera normal kembali,” jelasnya.
Diketahui, proyek perbaikan Jalan Gudang memiliki panjang sekitar 1.250 meter dengan lebar sembilan meter. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Rangga Buana dengan anggaran sebesar Rp1.220.737.166 yang bersumber dari APBD Kota Sukabumi.
Meski ditargetkan rampung lebih cepat, pihak kontraktor memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas agar hasil akhir sesuai dengan standar yang ditetapkan. Mereka juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan proses percepatan berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek teknis. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









