LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan TerAmbyar Festival yang digelar di Stadion Surya Kencana pada Minggu (19/4).
Evaluasi tersebut dilakukan menyusul sejumlah dampak yang ditimbulkan pasca kegiatan, termasuk kondisi area stadion yang dipenuhi lumpur dan sampah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, yang menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah mengkaji seluruh pelaksanaan kegiatan sebelum menentukan tindak lanjut.
“Sesuai prosedur, kita akan evaluasi terlebih dahulu. Nanti hasilnya akan segera kita tindaklanjuti,” ujar Rahmat, kepada awak media, pada Senin (20/4).
Ia mengungkapkan, kondisi saat konser berlangsung yang diguyur hujan menyebabkan area stadion menjadi kotor dan berlumpur. Bahkan, untuk melintasi area tersebut diperlukan sepatu bot karena genangan lumpur dan sampah yang berserakan.
“Memang kemarin konser sambil hujan, jadi penuh lumpur dan sampah. Itu jadi bahan evaluasi kita,” katanya.
Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima laporan resmi dari pihak pengelola kegiatan. Diketahui, pelaksanaan acara tersebut bukan dalam bentuk kerja sama, melainkan hanya sewa menyewa tempat.
“Ini bukan kontrak kerja sama, tapi sewa menyewa. Jadi kita tunggu laporan resminya, lalu kita kaji sesuai kewenangan apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penyelenggaraan event sebagai salah satu upaya meningkatkan kunjungan ke Kota Sukabumi. Mengingat, kota ini tidak memiliki banyak destinasi wisata berbasis sumber daya alam maupun wisata skala besar.
“Kita ini kota kecil, tidak punya banyak destinasi wisata besar. Jadi harapan kita dari kreativitas, salah satunya melalui event-event agar kunjungan ke Sukabumi meningkat,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa penyelenggaraan event besar juga harus didukung oleh fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah berencana melakukan pembenahan infrastruktur, termasuk renovasi stadion serta pembangunan Lapang Merdeka jilid II.
“Mudah-mudahan stadion bisa direnovasi. Pak wali juga berkeinginan membangun Lapang Merdeka jilid II agar event-event bisa lebih terakomodasi,” pungkasnya.
Ke depan, diharapkan dengan tersedianya fasilitas yang lebih representatif, para penyelenggara acara atau event organizer memiliki lebih banyak pilihan lokasi untuk menggelar kegiatan yang mampu menjadi magnet kunjungan ke Kota Sukabumi. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









