LITERASI MEDIA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi menegaskan bahwa produk air minum dalam kemasan yang beredar di masyarakat bukan diproduksi langsung oleh PDAM. Produk tersebut dihasilkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga menggunakan skema maklon.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan Pusat Pengkajian dan Pengembangan PDAM TBW Kota Sukabumi, Devi Ari Supriyadi. Ia menjelaskan, seluruh proses produksi dilakukan oleh mitra eksternal, sementara PDAM berperan dalam pemasaran.
“Untuk sementara ini kita bekerja sama dengan pihak ketiga dan pendistribusiannya dilakukan oleh PT Tirta Guna Mandiri. Jadi pembuatannya secara maklon,” ujar Devi, pada Selasa (21/4).
Ia menambahkan, skema kerja sama tersebut bukan hal baru dan telah diterapkan oleh sejumlah PDAM di wilayah Jawa Barat. Kebijakan ini juga merupakan hasil kajian internal serta bagian dari strategi pengembangan perusahaan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama PDAM belum dapat memproduksi air kemasan secara mandiri dengan memanfaatkan sumber air sendiri, seperti di wilayah Cinumpang dan Batu Karut.
“Kalau untuk produksi sendiri dengan sumber air PDAM, saat ini belum memungkinkan karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi sementara kita kerja sama dulu,” jelasnya.
Dalam kerja sama tersebut, PDAM membeli produk dari pihak ketiga namun menggunakan merek sendiri, yakni TBW untuk produk air demineral. Skema ini juga disebut memiliki dasar hukum yang jelas dan diarahkan untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, PDAM TBW tengah mempersiapkan berbagai perizinan, mulai dari izin edar BPOM, Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga izin lainnya sebagai bagian dari rencana pengembangan ke depan.
“Ke depan, kalau modal sudah kuat, tidak menutup kemungkinan kita membangun pabrik sendiri,” ungkapnya.
Saat ini, pemasaran produk air kemasan TBW masih terbatas dengan menyasar berbagai segmen, seperti masyarakat umum, instansi pemerintah, hingga sektor perhotelan. Produk yang tersedia pun baru dalam kemasan botol kecil berukuran 200 mililiter.
Ke depan, PDAM membuka peluang ekspansi pemasaran ke jaringan minimarket dan hotel, seiring dengan rencana penambahan varian kemasan untuk memperluas pasar. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









