Parkir Liar di Sukabumi Disorot, Dishub Sebut Minimnya Personil Jadi Kendala

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASI MEDIA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, angkat bicara terkait kemacetan yang terjadi di Jalan Veteran II, Kecamatan Cikole, tepatnya di depan Gedung Juang 45, yang dipicu adanya parkir liar, pada Minggu (26/4) malam.

Pihak Dishub mengakui, persoalan parkir liar kerap menjadi tantangan di lapangan, terutama karena adanya benturan dengan sejumlah elemen masyarakat, termasuk oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Memang benar, kemarin ramai soal kemacetan akibat parkir liar. Kami juga kadang berbenturan dengan ormas atau elemen masyarakat lain. Padahal sudah ada titik-titik yang dilarang untuk pemungutan parkir,” ujar Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Arif Senjaya, kepada literasimedia.com, Senin (27/4).

Kendaraan roda dua yang terparkir di badan Jalan Veteran II, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di depan Gedung Juang 45 yang diduga menjadi penyebab kemacetan, pada Sabtu (25/4) malam. Foto: Boy
Kendaraan roda dua yang terparkir di badan Jalan Veteran II, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di depan Gedung Juang 45 yang diduga menjadi penyebab kemacetan, pada Sabtu (25/4) malam. Foto: Boy

Arif menjelaskan, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala utama dalam pengawasan. Terlebih, pada waktu bersamaan kerap terdapat beberapa kegiatan di lokasi berbeda yang harus ditangani.

“Dalam satu waktu bisa ada beberapa kegiatan sekaligus di Kota Sukabumi, sementara petugas kami terbatas, jadi tidak bisa meng-cover semuanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Melalui Sepakbola, ASN Pemkot Sukabumi Pererat Silaturahmi dengan Media Massa

Menurutnya, praktik parkir liar lebih sering terjadi pada malam hari, ketika pengawasan relatif berkurang. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan pungutan secara tidak resmi.

“Kalau siang hari relatif aman, tapi malam hari sering terjadi seperti ‘kucing-kucingan’,” tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan, Dishub kini tengah melakukan pendataan ulang terhadap juru parkir (Jukir). Setiap setoran parkir diwajibkan disertai tanda tangan, baik dari jukir maupun petugas penerima, guna meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang kami lakukan pendataan ulang. Jukir yang setor wajib tanda tangan, begitu juga petugas yang menerima. Ini untuk menghindari kebocoran,” tegasnya.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan lalu lintas yang terjadi. Mereka menyadari bahwa peningkatan jumlah kendaraan di Kota Sukabumi tidak sebanding dengan luas wilayah yang tersedia.

Baca Juga :  Alya Zulfa Bongkar Dugaan Kebohongan Jona Arizona dalam Kasus Utang Almarhum Ayahnya

“Kami mohon maaf jika kemarin masyarakat terganggu. Kota kita ini bukan bertambah luas, tapi jumlah kendaraan terus meningkat,” ungkapnya.

Ke depan, Dishub berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk investor, untuk menyediakan lahan parkir yang memadai. Hal ini dinilai penting guna mengurangi potensi kemacetan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya ada solusi jangka panjang, seperti penyediaan lahan parkir. Karena di kota besar pun masalah parkir ini tetap ada,” katanya.

Selain itu, Dishub juga menyinggung dampak proyek pembangunan, seperti rehabilitasi Jalan Gudang, yang turut mempengaruhi titik-titik parkir dan berdampak pada PAD. Meski demikian, kondisi tersebut bersifat sementara demi kelancaran arus lalu lintas.

“Memang ada beberapa titik parkir yang terdampak proyek, tapi ini sementara. Tujuannya untuk memperlancar lalu lintas agar tidak macet,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran
Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar
Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total
Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru
Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi
Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukabumi Ditangkap, Dua Lainnya Masih Buron
Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Sukabumi Soroti Pentingnya Pembinaan Karakter Pelajar
Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:43 WIB

Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:08 WIB

Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Berita Terbaru