Kasus Gigitan Hewan Meningkat di Sukabumi, Dinkes Perluas Layanan Rabies Center

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksinasi hewan penular rabies di Kota Sukabumi. (Istimewa)

Vaksinasi hewan penular rabies di Kota Sukabumi. (Istimewa)

LITERASI MEDIA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi memperluas layanan penanganan gigitan hewan penular rabies (GHPR) dengan menambah tiga rabies center baru di sejumlah puskesmas. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya jumlah kasus gigitan dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data hingga Maret 2026 terdapat 104 kasus gigitan hewan. Angka tersebut mendekati sepertiga dari total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai 380 kasus.

Meski belum ditemukan kasus positif rabies, tren ini dinilai perlu diwaspadai karena penyakit tersebut memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi jika tidak segera ditangani.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menyatakan bahwa penambahan fasilitas layanan menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, sejak 2017, layanan rabies center hanya tersedia di satu lokasi.

“Melihat tren kasus yang terus muncul, tahun ini kami menambah tiga rabies center baru di puskesmas,” ujarnya, Selasa (5/5).

Adapun tiga fasilitas baru tersebut akan ditempatkan di Puskesmas Sukabumi, Baros, dan Cipelang guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan penanganan awal.

Baca Juga :  Hiswana Migas Sukabumi Himbau Dapur Mitra MBG tak Gunakan LPG 3 Kg

Kasus gigitan hewan didominasi pasien dari luar daerah

Fenomena lain yang menjadi sorotan adalah dominasi pasien dari luar daerah. Sekitar 61 persen korban gigitan yang ditangani justru berasal dari luar Kota Sukabumi. Kondisi ini menyulitkan proses pemantauan lanjutan setelah pasien kembali ke daerah asalnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Denna Yuliavina, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami penanganan awal gigitan hewan secara tepat.

“Langkah pertama bukan langsung vaksin, tetapi membersihkan luka dengan sabun atau deterjen di air mengalir selama minimal 15 menit,” jelasnya.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut sangat penting karena virus rabies dapat dilemahkan dengan deterjen. Namun, kesadaran masyarakat terkait hal ini masih tergolong rendah.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua kasus gigitan memerlukan vaksinasi, tergantung pada status hewan yang menggigit. Jika hewan telah divaksin lengkap, penanganan luka biasanya sudah cukup.

Baca Juga :  Iman Adinugraha dan Jejak Kenangan di Milad ke-43 SMAN 1 Palabuhanratu

“Justru sebaliknya, jika gigitan berasal dari hewan liar atau tidak jelas statusnya, maka vaksinasi harus segera dilakukan,” ucapnya.

Selain anjing dan kucing, pihaknya juga mengingatkan adanya potensi penularan dari hewan lain seperti musang yang kini banyak dipelihara. Bahkan di beberapa wilayah, kasus penularan juga ditemukan pada hewan lain seperti kelelawar.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menilai upaya pencegahan rabies tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pengendalian populasi dan vaksinasi hewan di tingkat hulu juga menjadi faktor penting untuk menekan angka gigitan.

“Jika kasus gigitan terus terjadi, berarti pengendalian di sumbernya belum optimal. Ini harus menjadi perhatian bersama lintas sektor,” tutupnya.

Dengan penambahan fasilitas dan peningkatan edukasi masyarakat, diharapkan risiko penyebaran rabies dapat ditekan serta penanganan kasus gigitan hewan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027
International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global
Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung
HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial
Optimalkan Pajak Air Tanah, BPKPD Kota Sukabumi Kaji Penerapan Water Meter Ultrasonik
DLH Kota Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah, Edukasi Warga Jadi Fokus Utama
53 Tahun KNPI: Dirintis Bung H. Hamami, Harmoni dalam Estafeta Kepemimpinan Bung Sudar Fauzi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:44 WIB

Selaraskan Prioritas Pembangunan, Bappeda dan DPRD Kota Sukabumi Bahas KUA-PPAS 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

International Job Fair 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 5.000 Peluang Kerja Global

Senin, 27 Juli 2026 - 14:40 WIB

Iman Adinugraha Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Cipta Mulya, Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:53 WIB

Lapang Merdeka Sukabumi Kian Tertib, Kehadiran Security Beri Rasa Aman bagi Pengunjung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:36 WIB

HUT ke-65 IKWI Kota Sukabumi Diisi Aksi Berbagi, Tebarkan Semangat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru