Ayep Zaki: PDAM dan BUMD Sukabumi Harus Profesional, Bukan Alat Politik

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat diwawancarai awak media usai menghadiri hari jadi PDAM TBW Kota ke-50, pada Selasa (2/9). Foto: Boy

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat diwawancarai awak media usai menghadiri hari jadi PDAM TBW Kota ke-50, pada Selasa (2/9). Foto: Boy

LITERASI MEDIA – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, menghadiri peringatan hari jadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi ke-50, pada Selasa (2/9).

Ayep Zaki menegaskan bahwa momentum usia emas PDAM TBW Kota Sukabumi ini harus menjadi titik awal perbaikan dan penguatan tata kelola perusahaan daerah.

“Alhamdulillah di usia ke-50 ini PDAM TBW masih berdiri tegak, belum bangkrut. Ini momentum untuk perbaikan ke depan,” ujar Ayep Zaki kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menekankan komitmennya untuk menjadikan PDAM bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ia merespons aspirasi masyarakat yang sebelumnya disuarakan dalam aksi demonstrasi pada 1 September kemarin.

Baca Juga :  Telan Anggaran Ratusan Juta, Pemkot Sukabumi Pagar Kawasan Lapang Merdeka

“Insya Allah di jajaran PDAM tidak ada korupsi, tidak ada kolusi, tidak ada nepotisme. Tidak ada jabatan-jabatan di PDAM atau Pemkot yang diisi keluarga saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut korupsi tidak hanya dimaknai sebagai penggelapan uang, melainkan juga ketika perusahaan milik daerah terus mengalami kerugian.

“Kalau sebuah BUMD atau BLUD terus merugi, itu juga bentuk korupsi sistemik. Kerugian tahun 2022, 2023, dan 2024 akumulatifnya mencapai Rp150,02 miliar. Itu harus dihentikan,” paparnya.

Baca Juga :  HUT Gerindra ke-17, Lutfi Achmad Dorong Politik Solutif di Kota Sukabumi

Aejak awal 2025, kata Ayep Zaki, pemerintahannya berhasil menekan kerugian perusahaan daerah. Bahkan, hingga Juli 2025, BUMD dan BLUD di Sukabumi mencatat surplus Rp4,4 miliar.

“Insya Allah sampai Desember ini bisa mencapai profit Rp15 miliar. Ini bukti kita menyelamatkan keuangan daerah,” ucapnya.

Ia juga menekankan agar pengelolaan perusahaan daerah tidak dikaitkan dengan kepentingan politik. Menurutnya, BUMD dan BLUD harus dikelola secara profesional, berintegritas, serta memahami manajemen dan keuangan secara baik.

“Perusahaan daerah ini milik rakyat, maka harus dikelola dengan kompetensi dan integritas, bukan kepentingan politik,” pungkasnya. (Boy).

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Warga Perbaiki Jalan Rusak di Nyalindung Secara Swadaya, Minta Penanganan Serius
Dishub Ajukan Perbaikan Zebra Cross hingga CCTV, Realisasi Menunggu Persetujuan
Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Sukabumi Terungkap, Polisi Amankan Seorang Lansia
15.800 Butir Obat-obatan Disita, Dua Pelaku Ditangkap di Kota Sukabumi
Peringati HBP ke-62, Lapas Kelas IIB Sukabumi Gelar Donor Darah
Evaluasi Program MBG, Komunikasi dan Edukasi Anggaran Dinilai Perlu Diperkuat
Lahan Terminal Bisa Jadi Ladang Uang! Ini Aturan yang Bikin Pemkot Sukabumi Diuntungkan
Proses Penentuan Ketua PKB Kabupaten Sukabumi Dikebut, Ditargetkan Tuntas Mei
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:48 WIB

Warga Perbaiki Jalan Rusak di Nyalindung Secara Swadaya, Minta Penanganan Serius

Jumat, 17 April 2026 - 14:50 WIB

Dishub Ajukan Perbaikan Zebra Cross hingga CCTV, Realisasi Menunggu Persetujuan

Jumat, 17 April 2026 - 13:05 WIB

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Sukabumi Terungkap, Polisi Amankan Seorang Lansia

Jumat, 17 April 2026 - 10:58 WIB

15.800 Butir Obat-obatan Disita, Dua Pelaku Ditangkap di Kota Sukabumi

Senin, 13 April 2026 - 18:00 WIB

Peringati HBP ke-62, Lapas Kelas IIB Sukabumi Gelar Donor Darah

Berita Terbaru