LITERASI MEDIA – Rangkaian peringatan hari ulang tahun Kota Sukabumi ke-112 dimeriahkan dengan karnaval budaya yang melibatkan seluruh unsur kedinasan serta partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan hari jadi kota.
Karnaval budaya tersebut digelar sebagai upaya melestarikan seni dan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Sukabumi sebagai kota kreatif. Diketahui, Sukabumi termasuk dalam jajaran kota kreatif tingkat nasional di Indonesia.
“Ini bagian dari pelestarian budaya. Sejak dulu, Kota Sukabumi dikenal sebagai kota karnaval. Tradisi ini kita hidupkan kembali agar masyarakat juga mendapatkan hiburan,” ujar Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, kepada awak media, pada Sabtu (18/4).
Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik wisatawan lokal untuk berkunjung ke Kota Sukabumi. Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi juga berencana menggali potensi talenta muda melalui berbagai ajang kompetisi seni yang akan dikolaborasikan dalam kegiatan serupa.
“Kita akan dorong anak-anak muda bertalenta untuk tampil dan berkompetisi, sehingga bisa berkembang dan berprestasi, bahkan hingga ke tingkat festival yang lebih luas,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan karnaval ini didukung oleh sponsor dan partisipasi pihak lain, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah menegaskan bahwa anggaran daerah tetap difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Sejumlah proyek pembangunan yang menjadi prioritas diantaranya pembangunan Jalan Gudang, Jalan Prana, trotoar di Jalan Bhayangkara kawasan Setukpa, kantor kecamatan, Gedung Aher, serta peningkatan jalan lingkungan.
“Pembangunan tetap menjadi prioritas utama. Kegiatan seperti ini tidak akan mengganggu program pembangunan yang pro terhadap masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Sukabumi juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta optimalisasi transfer keuangan daerah guna memperkuat kondisi fiskal. Strategi percepatan pembangunan infrastruktur pun disiapkan dengan menarik proyek jangka panjang agar dapat direalisasikan dalam waktu lebih cepat.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat potensi kenaikan harga material di masa mendatang, seiring dengan dinamika ekonomi seperti kenaikan harga bahan bakar non-subsidi.
“Kalau pembangunan dipercepat, kita bisa lebih efisien karena harga saat ini masih lebih rendah dibanding beberapa tahun ke depan. Ini strategi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-112 ini, Pemkot Sukabumi berharap dapat menghadirkan keseimbangan antara pelestarian budaya, hiburan masyarakat, serta percepatan pembangunan daerah. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









