LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2026.
Sebanyak 1.326 inovasi yang berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat ini tengah menjalani proses verifikasi sebelum didaftarkan ke sistem aplikasi Kemendagri.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, mengatakan ribuan inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, kelurahan hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
“Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 1.326 inovasi yang telah dihimpun dari seluruh SKPD di Kota Sukabumi,” ujar Hasan, belum lama ini.
Menurutnya, tahapan verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap inovasi memenuhi syarat administratif maupun substansi yang ditetapkan Kemendagri sebelum proses pendaftaran resmi dibuka pada Juli 2026.
Bappeda menargetkan sekitar 70 hingga 80 persen inovasi yang masuk dapat lolos verifikasi dan layak diikutsertakan dalam penilaian nasional.
“Kami ingin memastikan inovasi yang didaftarkan benar-benar memenuhi indikator penilaian serta memiliki tingkat kematangan yang baik,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan kualitas inovasi, Bappeda juga telah menggelar sosialisasi terkait Indeks Inovasi Daerah kepada seluruh perangkat daerah.
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai indikator penilaian inovasi, termasuk aspek keberlanjutan, manfaat pelayanan publik, hingga dampak terhadap masyarakat.
“Kami memberikan pemahaman agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya sekadar program, tetapi benar-benar memiliki kualitas dan nilai manfaat yang terukur,” jelas Hasan.
Ia menambahkan, seluruh inovasi yang saat ini diverifikasi masih tersimpan dalam basis data Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi.
Setelah sistem aplikasi Kemendagri resmi dibuka, seluruh data yang telah lolos verifikasi akan langsung diunggah untuk mengikuti proses penilaian nasional.
“Target kami, proses verifikasi selesai pada awal Juli sehingga ketika sistem dibuka, seluruh data sudah siap didaftarkan,” ungkapnya.
Hasan menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi mempertahankan prestasi yang diraih sebelumnya dalam ajang Innovative Government Award (IGA).
Pada tahun 2025, Kota Sukabumi berhasil meraih predikat Kota Terinovatif dari Kemendagri berkat berbagai inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
“Prestasi itu tentu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena inovasi menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









