LITERASI MEDIA – Suara seorang ibu kembali pecah di antara keheningan pencarian yang tak kunjung berakhir. Sudah sebulan penuh Eva Heti Gustini, warga Kampung Cikembang, Cikembar, menapaki hari-harinya dengan kecemasan yang tak pernah surut.
Hari ini, ia datang dengan harapan baru, didampingi Relawan KDM, Egi Sonia S.H., CPL, memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, untuk menemukan putra tercintanya yang hilang tanpa jejak.
Putranya, Lionell Fawwaaz atau akrab dipanggil Ion, santri kelas 9 di Ponpes Madinatul Ulum Sukaraja, menghilang sejak awal November 2025. Usianya baru 14 tahun, umur yang seharusnya dipenuhi permainan dan cita-cita, bukan kehilangan dan pencarian panjang seperti ini.
Eva mengingat hari itu dengan jelas. Sebuah kabar dari pihak pesantren menyebutkan Ion tidak terlihat di area pondok sejak 2 November. Informasi itu baru sampai ke rumah tiga hari kemudian. Sejak hari itulah langkah Eva tidak pernah berhenti.
Ciri-Ciri Ion
Nama: Lionell Fawwaaz
Panggilan: Ion
Usia: 14 tahun
Tinggi: ±165 cm
Berat: ±50 kg
Kulit: sawo matang
Terakhir terlihat: di sekitar Ponpes Madinatul Ulum Sukaraja
Keluarga Terus Mencari, Dari Fajar Hingga Subuh
Eva bercerita bahwa keluarga bersama pihak pesantren melakukan pencarian tanpa jeda—menyusuri gang, terminal, jalan provinsi hingga antar-kabupaten.
“Kami pergi pagi, pulang sampai subuh. Sudah satu bulan mencari, tapi belum ada hasil,” tuturnya dengan suara bergetar.
Informasi simpang siur sempat masuk dari Cianjur hingga Banten, namun semuanya nihil. Pencarian melalui media sosial juga tidak memberi titik terang. Laporan resmi ke polisi telah dibuat pada minggu kedua sejak Ion menghilang, tetapi keluarga masih menunggu perkembangan berarti.
Harapan Terakhir: Mengetuk Pintu Gubernur Jawa Barat
Kini, setelah berbagai upaya buntu, Eva membawa satu-satunya harapan yang menurutnya masih terbuka: meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
“Dengan kesempatan ini, saya memohon kepada Pak Dedi Mulyadi. Kami ingin Ion pulang, apa pun kondisinya. Kami sudah mencari ke mana-mana, tapi belum ada titik terang,” ucap Eva, menahan tangis.
Ia berharap peran gubernur dapat memperluas jaringan pencarian hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau keluarga.
Relawan KDM Dampingi Keluarga, “Kami Pastikan Kasus Ini Sampai ke Pak Gubernur”
Di samping Eva, hadir Relawan KDM, Egi Sonia S.H., CPL, yang sejak awal mendampingi proses pengaduan.
“Kami mendampingi Ibu Eva untuk memastikan permohonan ini tersampaikan kepada Pak Dedi Mulyadi. Sudah satu bulan anak ini hilang, dan keluarga sangat membutuhkan dukungan pemerintah,” ujar Egi.
Ia menegaskan jaringan relawan KDM di berbagai wilayah siap digerakkan.
“Kami berharap Pak Gubernur dapat memberikan arahan dan membuka koordinasi lintas daerah. Relawan KDM siap terjun kapan pun dibutuhkan,” tambahnya.
Seruan untuk Masyarakat
Keluarga berharap siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan Lionell Fawwaaz (Ion) segera melapor.
Sementara Eva, yang kini menjalani hari-harinya di antara doa dan langkah pencarian, hanya punya satu keinginan, “Saya hanya ingin anak saya pulang,” pungkasnya. (Kio).









