Fakta Mengejutkan! Toko Miras di Sukabumi Tetap Jualan Meski Pernah Dirazia

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa dari Ormas Garis Sukabumi Raya mendesak pemerintah menegakkan Perda larangan peredaran mihol saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Selasa (5/5). (Istimewa)

Ratusan massa dari Ormas Garis Sukabumi Raya mendesak pemerintah menegakkan Perda larangan peredaran mihol saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Selasa (5/5). (Istimewa)

LITERASI MEDIA – Penegakan aturan larangan minuman beralkohol (Mihol) di Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan. Meski operasi penertiban rutin dilakukan oleh Satpol PP dan Damkar, peredaran miras dinilai masih marak di sejumlah titik.

Aturan yang dimaksud merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Larangan Peredaran Mihol. Namun di lapangan, sejumlah toko disebut masih menjual miras, bahkan setelah sebelumnya pernah dirazia petugas.

Ketua DPD Gerakan Reformis Islam (GARIS) Sukabumi Raya, Ade Saefulloh, menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.

Menurutnya, penanganan persoalan mihol tidak cukup hanya mengandalkan operasi penertiban atau sweeping. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kalangan ulama dalam memberikan edukasi serta penyadaran kepada masyarakat.

Baca Juga :  PDAM TBW Sukabumi Tegaskan Air Kemasan Diproduksi Pihak Ketiga, Gunakan Skema Maklon

“Tidak bisa hanya mengandalkan razia. Harus ada upaya penyadaran kepada masyarakat, dan di situ peran ulama menjadi penting,” ujarnya, kepada awak media, usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (5/5).

Ade menambahkan, pihaknya siap mendukung langkah Pemkot Sukabumi dalam menekan peredaran miras, termasuk jika dibutuhkan keterlibatan langsung dari organisasi.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap efektivitas penegakan Perda, mengingat peredaran miras dinilai belum sepenuhnya terkendali.

“Kadang masyarakat mempertanyakan, kenapa setelah dirazia masih saja ada yang menjual. Ini yang harus dijawab dengan tindakan nyata,” cetusnya.

Baca Juga :  Tanggapi Pernyataan Anggota DPRD Soal WP Nakal, Begini Penjelasan Ayep Zaki

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan peredaran miras tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.

Pihaknya berharap Pemkot Sukabumi dapat memperkuat pengawasan sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Perda dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

Hingga saat ini, upaya penertiban oleh aparat terus dilakukan, namun tantangan di lapangan menunjukkan perlunya strategi yang lebih menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga edukasi dan partisipasi publik. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran
Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar
Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total
Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru
Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi
Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukabumi Ditangkap, Dua Lainnya Masih Buron
Muscab Pramuka 2026, Wali Kota Sukabumi Soroti Pentingnya Pembinaan Karakter Pelajar
Kota Sukabumi Kucurkan Rp681 Juta untuk Jaminan BPJS Pekerja Rentan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dugaan Kebocoran PAD Jadi Sorotan, DPRD Berencana Sidak Pajak Restoran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kurun 4 Bulan! 138 Bencana di Kota Sukabumi Sebabkan Kerugian Capai Rp5,4 Miliar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:43 WIB

Dulu Penuh Sampah dan PKL, Kini Lapang Merdeka Kota Sukabumi Berubah Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:08 WIB

Program Sosial RS Bunut Bantu Pasien Bibir Sumbing Dapatkan Harapan Baru

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36 WIB

Sampah Menggunung di Brawijaya Viral, Lurah Gunungpuyuh Libatkan Linmas untuk Jaga Lokasi

Berita Terbaru