DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi

- Penulis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LITERASIMEDIA.COM – Berkurangnya dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi tantangan bagi kemampuan fiskal Kabupaten Sukabumi. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dituntut lebih cermat menentukan belanja agar program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tidak ikut terpinggirkan.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyebut penurunan anggaran tersebut bukan disebabkan melemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan berkurangnya dana bagi hasil dari pemerintah provinsi. Dampaknya, APBD Kabupaten Sukabumi mengalami pengurangan hampir Rp7,4 miliar.

“Penurunan kita itu bukan dari PAD yang berasal dari kita, tetapi ada penurunan dana bagi hasil dari provinsi. Nah, sehingga berimplikasi terhadap penurunan APBD kita. Itu hampir Rp7,4 miliar,” kata Budi, Selasa (13/10/2026).

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu meninjau kembali alokasi belanja. Program yang dinilai kurang mendesak harus dievaluasi agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih penting.

Bagi DPRD, penyesuaian anggaran bukan sekadar persoalan mengurangi angka belanja, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, penentuan skala prioritas menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan di tengah tekanan fiskal.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Minta Pendataan Ulang Menara Telekomunikasi

Persoalan tersebut turut menjadi perhatian dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi yang membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyempurnaan Raperda Perubahan APBD berdasarkan hasil evaluasi gubernur, kesepakatan Rancangan APBD 2027, hingga penyampaian nota pengantar Bupati Sukabumi mengenai perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Budi menjelaskan, kesepakatan bersama terkait Perubahan APBD telah ditandatangani oleh DPRD dan Bupati Sukabumi. Sementara itu, Rancangan APBD 2027 akan melalui evaluasi Gubernur Jawa Barat sebelum berlanjut ke tahapan berikutnya.

Di tengah pembahasan anggaran, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan penyesuaian struktur organisasi pemerintahan melalui perubahan SOTK. DPRD selanjutnya akan membahas nota pengantar tersebut melalui penyampaian pandangan umum fraksi.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Asep Japar, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap optimistis meskipun ruang fiskal mengalami penyusutan. Ia menilai keterbatasan anggaran harus disikapi dengan penataan ulang kegiatan, bukan dengan mengendurkan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Sukabumi Targetkan GPM di 35 Lokasi

Asep menegaskan, kegiatan yang kurang mendesak perlu dialihkan untuk mendukung program yang lebih prioritas. Sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur jalan menjadi sejumlah bidang yang tetap harus diperhatikan dalam menentukan arah penggunaan anggaran.

“Walaupun dalam APBD perubahan kita bukannya bertambah, malah berkurang dari sebelumnya, saya berharap pemerintah tetap optimistis dan bisa merealokasi kegiatan yang memang kurang prioritas menjadi kegiatan yang prioritas,” ujar Asep.

Penurunan dana bagi hasil tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga ketepatan pemerintah dalam mengelola sumber daya yang tersedia. Di tengah keterbatasan fiskal, tantangannya adalah memastikan penyesuaian belanja tidak mengorbankan pelayanan publik dan kebutuhan mendasar warga. (kio)

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!
DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026
Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah
Tujuh Fraksi Beri Catatan, DPRD Kabupaten Sukabumi Segera Bedah APBD 2027
Bappeda Kota Sukabumi Terima Kunjungan Edukasi Siswa SMP IT Al-Huda
Data Bansos Bermasalah? Dinsos Kota Sukabumi Kini Hadirkan Program Gerebeg Desil
Bukan dari APBD, Bantuan Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar Disalurkan Lewat Program Beraksi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Program Berobat Gratis KDM, Juknis Belum Jelas!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:38 WIB

DPRD dan Bupati Sukabumi Sepakat, Belanja Tak Prioritas Dievaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:56 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPD Rampungkan Evaluasi Perubahan APBD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Hamzah Gurnita: Ketahanan Kabupaten Sukabumi Harus Dimulai dari Daerah

Berita Terbaru