Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Minta Dibahas Ulang

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul. Foto: Istimewa

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul. Foto: Istimewa

LITERASI MEDIA – Pernyataan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, terkait rencana penundaan pembangunan jembatan Cibeureum menuai sorotan dari DPRD Kota Sukabumi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast Ayeuna Waktuna Ngabahas Program di kanal YouTube Menata Kebaikan Tech, Senin (12/4) lalu.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Sukabumi, Agus Samsul, menilai pernyataan itu terkesan terburu-buru karena belum melalui pembahasan bersama legislatif.

Menurutnya, anggaran pembangunan jembatan senilai Rp12,6 miliar telah masuk dalam APBD 2026 dan disepakati bersama DPRD. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan seharusnya kembali dibahas melalui mekanisme resmi, khususnya di Badan Anggaran (Banggar).

Baca Juga :  Oktober 2025, Rasio Pertumbuhan PAD Kota Sukabumi Capai 55,65 Persen

“Menurut saya pribadi, Pak Wali Kota memutuskan yang belum diputuskan. Karena menyangkut anggaran, itu harusnya diputuskan bersama legislatif. Jangan dulu menyampaikan akan menunda sebelum dibahas,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan di tingkat Banggar DPRD terkait penundaan maupun pengalihan anggaran tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar kritik terhadap pernyataan kepala daerah di ruang publik.

Meski demikian, Agus mengaku secara pribadi tidak menolak jika proyek tersebut ditunda. Ia bahkan sejak awal mempertanyakan urgensi pembangunan jembatan tersebut.

“Secara pribadi saya menyambut baik jika ditunda, karena urgensinya belum terlalu penting. Akses masih bisa disiasati tanpa harus membangun jembatan,” katanya.

Baca Juga :  Duta Pelayanan RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Dapat Apresiasi Pengunjung

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong agar anggaran dialihkan ke program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan atau Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW).

Namun, ia menekankan bahwa pengalihan anggaran tetap harus melalui kajian yang jelas dan dibahas bersama DPRD agar memiliki dasar yang kuat dan transparan.

“Kalau memang mau dialihkan, kita perlu tahu alasan-alasannya. Harus dibahas bersama DPRD supaya jelas dan sesuai prosedur,” pungkasnya. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN
AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru
Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah
Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif
Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?
Polisi Periksa Mantan Legislator Sukabumi, Dugaan Penipuan dan Penggelapan Diselidiki
Kantor Kecamatan Gunungpuyuh Mulai Berdiri, DPUTR Pastikan Proyek On Track
Disdikbud Kota Sukabumi Minta Orang Tua Dampingi Anak Selama PJJ Imbas Abu Vulkanik
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Disiplin hingga Judi Online, Ini Pesan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi kepada ASN

Rabu, 9 September 2026 - 16:12 WIB

AIDS, TBC, dan Malaria Jadi Perhatian, Dinkes Kota Sukabumi Siapkan Strategi Baru

Selasa, 8 September 2026 - 21:05 WIB

Kota Sukabumi Sukses Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

Selasa, 8 September 2026 - 16:22 WIB

Sambut HUT ke-106, RSUD R. Syamsudin SH Tawarkan Promo Layanan Terapi Regeneratif

Senin, 7 September 2026 - 19:07 WIB

Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Kenapa Mantan Legislator Sukabumi Baru Jadi Tersangka?

Berita Terbaru