LITERASI MEDIA – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, saat ini tengah melakukan pembangunan jembatan yang mengalami amblas, di Jalan Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh. Pembangunan jembatan menggunakan anggaran dari Biaya Tidak Terduga (BTT) tahun 2025.
Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan pembangunan jembatan di Jalan Kopeng itu masuk dalam kondisi kedaruratan. Maka dari itu, dilakukan mekanisme pembiayaan kedaruratan melalui pembiayaan dari BTT tahun 2025 dengan anggaran kurang lebih Rp 1,2 miliar.
“Nah penanganannya jadi harus dipercepat, karena mengingat bahwa akses tersebut akses jalan hidup. Dan sampai dengan hari ini pengerjaannya sudah mencapai kurang lebih 12 persen, ya mudah-mudahan kita bisa laksanakan dengan cepat ya pengerjaannya ya.” ujar Sony kepada literasimedia.com, pada Kamis (12/6).
Ia menegaskan, bahwa Jembatan Kopeng itu tidak dilakukan perbaikan, namun dilakukan dibuatkan kembali. Pasalnya, pondasi jembatan pada jaman Belanda itu sudah tidak bisa perbaiki kembali.
“Ya pada intinya, ini membuat jembatan baru aja. Jadi menggunakan abutmen, kemudian bentangan WF (Wide Flange), lalu dibuatlah jembatan baru. Sedangkan yang jembatan yang peninggalan Belandanya itu sudah hancur, sudah tidak bisa dipakai,” terang Sony.
Terkait kendala dilapangan, sambung Sony, diantaranya petugas terlebih dahulu harus membersihkan material-material seperti bangunan hingga longsoran tanah. Hal itu dilakukan guna mempercepat proses pembangunan jembatan.
“Jadi pengerjaannya itu tidak langsung membuat jembatan, tetapi harus di clear kan terlebih dahulu, baru dibuatlah jembatan,” pungkasnya.
Diketahui, peristiwa jembatan amblas ini terjadi pada Jumat (23/5) sekira pukul 17.00 WIB, saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, sebagian badan jalan amblas dan kini tidak dapat dilalui kendaraan. (***)
Editor : Nuria Ariawan









