LITERASI MEDIA – Di tengah keramaian Gedung Nusantara V MPR RI yang pagi itu dipenuhi para pendidik dari berbagai penjuru negeri, langkah Iman Adinugraha terlihat berbeda.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu tidak sekadar hadir sebagai wakil rakyat, ia datang sebagai seseorang yang tumbuh dalam dunia pendidikan sejak kecil.
Iman Adinugraha adalah anak dari seorang guru. Identitas itu begitu ia banggakan, dan menjadi alasan kuat mengapa setiap isu mengenai pendidikan selalu menyentuh sisi paling personal dalam dirinya.

Karena itulah, pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, pada Rabu (26/11), Iman tidak datang sendiri. Apalagi Seminar Hari Guru Nasional yang di gagas oleh Wakil Ketua MPR RI Dr H. Edhie Baskoro Yudhoyono,. B.Com,.M.Sc , ini para guru dari berbagai daerah mendapat undangan spesial di momen hari guru.
Ia mengajak puluhan guru dari Sukabumi untuk ikut serta mengikuti seminar hari guru nasional, sebuah kesempatan bagi para pendidik daerah untuk menyampaikan langsung persoalan mereka di pusat pengambilan kebijakan.
“Sebagai anak guru, saya sangat memahami betapa beratnya perjuangan mereka. Kami juga mengucapkan terimakasih untuk pak Dr H Edhie Baskoro Yudhoyono yang telah menggagas seminar ini,” ujar Iman dengan nada emosional.
“Hari ini saya mendampingi guru-guru dari Sukabumi mengikuti seminar hari guru nasional. Banyak hal yang kami diskusikan, mulai dari revisi UU Sisdiknas, perlindungan hukum, kesejahteraan guru, sampai kondisi sekolah-sekolah yang masih rusak,” sambung Iman.
Para guru yang ia bawa duduk bersama peserta dari berbagai provinsi, mendengar paparan para ahli, dan ikut menyuarakan pengalaman yang mereka alami di lapangan.
Bagi Iman, suara itu penting. Ia menyebut kebijakan pendidikan tidak bisa hanya dibangun dari ruang rapat, tetapi harus lahir dari realitas guru yang setiap hari bergulat dengan tantangan di kelas.

“Revisi UU Sisdiknas harus memastikan keberpihakan pada guru. Mereka butuh perlindungan hukum yang jelas ketika menjalankan tugas, butuh kesejahteraan yang layak, dan fasilitas sekolah yang aman untuk anak-anak kita,” tegasnya.
Iman menyampaikan Fraksi Partai Demokrat akan terus menampung setiap aspirasi, termasuk dari Kabupaten Sukabumi. Ia meyakini pendidikan daerah adalah fondasi kemajuan nasional.
“Aspirasi yang kami dapatkan hari ini bukan sekadar catatan. Ini adalah amanah yang harus kami perjuangkan di DPR,” paparnya.
Di momen Hari Guru Nasional ini, Iman berharap perhatian negara kepada para pendidik bukan hanya seremonial tahunan.
Sebagai anak guru, ia membawa pengalaman hidupnya ke ruang parlemen, membuat setiap kebijakan yang ia dorong selalu kembali pada satu hal, memastikan guru benar-benar dihargai sebagai pilar masa depan bangsa. (Kio).









