LITERASI MEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mendorong penguatan perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor jasa konstruksi yang dinilai memiliki tingkat risiko kerja tinggi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Sukabumi melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh perangkat daerah.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan perlindungan bagi pekerja konstruksi menjadi aspek penting dalam mendukung pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan tenaga kerja.
“Perlindungan tenaga kerja konstruksi bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” ujar Frendy.
Menurutnya, penerapan jaminan keselamatan kerja harus dilakukan sejak awal pelaksanaan proyek agar para pekerja memperoleh perlindungan secara menyeluruh hingga pekerjaan selesai.
Karena itu, Bappeda meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat dalam proyek pembangunan agar memastikan pekerja konstruksi telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami mendorong seluruh perangkat daerah untuk menerapkan perlindungan keselamatan kerja sejak dimulainya pekerjaan. Dengan begitu, pekerja di sektor konstruksi dapat terlindungi dari awal hingga akhir proyek,” katanya.
Frendy menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku jasa konstruksi, dan instansi terkait menjadi kunci penting untuk memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial, baik bagi pekerja formal maupun informal.
Menurutnya, keberadaan perlindungan ketenagakerjaan tidak hanya berdampak pada keamanan pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas pembangunan infrastruktur daerah.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik semata, tetapi juga bagaimana memastikan pekerja yang terlibat mendapatkan hak perlindungan yang layak,” jelasnya.
Ia menilai, ketika tenaga kerja merasa aman dalam bekerja, maka produktivitas dan kualitas hasil pembangunan juga akan meningkat secara signifikan.
Bappeda Kota Sukabumi optimistis target Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat tercapai apabila seluruh pihak terus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan bagi pekerja.
“Harapannya seluruh pekerja, khususnya sektor konstruksi, bisa bekerja dengan lebih tenang tanpa dihantui risiko kerja yang tidak terlindungi,” pungkasnya. (Boy)
Editor : Nuria Ariawan









