Komisi II DPRD Tegaskan Parkir di Jalan Veteran Pungli, Bukan Kebocoran PAD

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra. Foto: Boy

Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra. Foto: Boy

LITERASI MEDIA – Praktik parkir liar di ruas Jalan Veteran II, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di depan Gedung Juang 45, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan jalan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yang secara tegas dilarang digunakan sebagai area parkir.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra, menegaskan bahwa aktivitas pemungutan parkir di lokasi tersebut merupakan tindakan ilegal dan tidak berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di situ tidak boleh ada parkir. Kalau ada yang memungut, itu oknum. Dan itu tidak masuk PAD karena memang liar,” ujarnya, kepada literasimedia.com, Rabu (29/4).

Ia menjelaskan, istilah kebocoran PAD tidak tepat digunakan dalam kasus tersebut. Sebab, kebocoran PAD terjadi ketika ada pungutan resmi yang tidak disetorkan ke kas daerah. Sementara di Jalan Veteran II, aktivitas parkir sendiri sudah dilarang sejak awal.

Baca Juga :  Muskab IPSI VI Sukabumi Dinilai Cacat Hukum, Abah Dedi Siap Tempuh Jalur Hukum dan Lapor ke PB IPSI

“Kalau disebut kebocoran PAD, itu ketika sudah dipungut tapi tidak masuk. Tapi ini kan memang tidak boleh ada parkir, jadi jelas tidak akan masuk ke PAD,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi untuk segera melakukan penelusuran terkait praktik parkir liar tersebut. Termasuk mengidentifikasi siapa yang melakukan pungutan, siapa pengelolanya, serta ke mana aliran dana tersebut.

“Dishub harus cari tahu siapa yang memungut, siapa pengelolanya, dan ke mana uangnya. Itu menjadi kewenangan Dishub,” jelasnya.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Jawa Barat Berpotensi akan Lebih Parah dari Sumatra

Komisi II sendiri menegaskan hanya berwenang mengawasi pajak dan retribusi yang bersifat legal. Sementara untuk praktik ilegal seperti parkir liar, penanganannya berada di ranah dinas teknis terkait.

Sebagai perbandingan, ia menyebut sejumlah titik parkir resmi seperti di Jalan Ahmad Yani, khususnya di kawasan pusat perbelanjaan, merupakan lokasi yang diperbolehkan dan hasil retribusinya masuk ke PAD yang dikelola Dishub.

Dengan adanya penegasan ini, diharapkan penertiban parkir liar di kawasan terlarang dapat segera dilakukan guna menghindari keresahan masyarakat serta potensi praktik pungutan liar di lapangan. (Boy)

Editor : Nuria Ariawan

Berita Terkait

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya
Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak
110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?
Disdikbud Kota Sukabumi Evaluasi Revitalisasi Sekolah, 11 SD Masih Menunggu Kepastian Bantuan
“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol
Hotel dan Restoran Minim Parkir, DPRD Kota Sukabumi Minta Dishub Bertindak
Yosep Pujianto Targetkan PKB Kota Sukabumi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

TPID Kota Sukabumi Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Berikut Sasaran Pelanggarannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Komitmen Pemberantasan Narkoba Lewat Tes Urine Mendadak

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

110 Orang Positif HIV di Sukabumi hingga Oktober, Sejauh Mana Efektivitas Pencegahannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

“Jaket Boleh Berbeda, Semangat Tetap Satu”, Pesan Kapolres Sukabumi Kota kepada Ojol

Berita Terbaru